Jakarta Terpapar Abu Vulkanik, Pramono Minta Warga Akses Informasi Resmi dan Lakukan 5M
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Jakarta menjadi salah satu wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat tidak panik dan lebih selektif menerima informasi mengenai erupsi Anak Krakatau.
Warga diminta memantau perkembangan melalui kanal resmi pemerintah, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, serta BPBD. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Kami meminta warga Jakarta untuk memantau informasi dari kanal resmi pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan baik," tegasnya.
Selain itu, Pramono menjelaskan lima langkah yang perlu dilakukan warga apabila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik. "Bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik, lakukan 5M," kata Pramono dalam keterangan melalui video, Minggu, 6 September 2026.
1. Memakai masker atau perlindungan diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,
2. Menutup pintu, jendela, serta sumber air agar tidak terkontaminasi abu vulkanik,
3. Membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika paparan abu cukup pekat,
4. Membersihkan endapan abu dengan membasahinya terlebih dahulu agar partikel abu tidak kembali beterbangan,
5. Segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan maupun kondisi penglihatan yang memburuk.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga. Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, dan instansi terkait untuk memantau arah pergerakan angin serta sebaran abu vulkanik.
"Pemerintah Jakarta terus-menerus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, dengan BMKG, dengan instansi terkait. Seperti diketahui, saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level tiga atau siaga. Saat ini abu gunung vulkanik, atau abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di antaranya di Jakarta," ujar Pramono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat