Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perkuat Ekosistem Industri Event, Musdalub Backstagers DKI Tetapkan Mohamad K. Sinnay sebagai Ketua

Perkuat Ekosistem Industri Event, Musdalub Backstagers DKI Tetapkan Mohamad K. Sinnay sebagai Ketua Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Arah baru industri event Jakarta mulai dibangun melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Backstagers DKI Jakarta 2026. Forum yang digelar di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Selasa (8/9/2026), tersebut menetapkan Mohamad K. Sinnay sebagai Ketua DPD Backstagers DKI Jakarta terpilih.

Musdalub menjadi momentum konsolidasi para pelaku industri event sekaligus menandai babak baru organisasi dalam memperkuat peran industri event seiring visi Jakarta sebagai Kota Global.

Sinnay mengatakan Jakarta selama ini telah menjadi parameter, barometer, sekaligus trendsetter bagi perkembangan industri kreatif dan event di Indonesia. Menurut dia, transformasi Jakarta menuju Kota Global membuka peluang untuk memperluas posisi tersebut.

“Jakarta bukan hanya menjadi parameter, barometer dan trendsetter ekosistem industri kreatif dan event di Indonesia. Jakarta adalah panggung tempat Indonesia menunjukkan identitas, kreativitas, bisnis, budaya dan talentanya kepada dunia. Selanjutnya, Jakarta akan kita dorong menjadi Global Stage,” ujar Sinnay.

Di bawah kepemimpinan Sinnay, DPD Backstagers DKI Jakarta akan berfokus pada penguatan ekosistem industri dan memperluas dampak penyelenggaraan event terhadap berbagai sektor yang saling terkait.

Industri event dinilai memiliki karakter yang berbeda karena penyelenggaraan sebuah acara dapat menggerakkan banyak sektor secara bersamaan. Di dalamnya terdapat venue, event organizer, production house, audiovisual, lighting, multimedia, panggung dan rigging, industri kreatif, transportasi, hospitality, kuliner, tenaga kerja, hingga pelaku UMKM.

Karena itu, penguatan industri event tidak hanya berdampak pada perusahaan penyelenggara acara. Pertumbuhan sektor tersebut juga dapat memberikan multiplier effect kepada pelaku usaha dan tenaga kerja yang berada dalam rantai ekosistemnya.

Musdalub juga membawa semangat untuk memperkuat kebersamaan para pelaku industri. Backstagers diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi menjadi rumah bersama bagi ekosistem event Jakarta untuk membangun kolaborasi, meningkatkan profesionalisme, berbagi pengetahuan, dan melahirkan aksi nyata bagi pertumbuhan industri.

Hal tersebut dinilai semakin relevan ketika Jakarta bergerak menuju Kota Global. Pertumbuhan jumlah dan skala event perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan, kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta kemampuan industri lokal memenuhi standar event nasional dan internasional.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata mengatakan industri event merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta.

Sejalan dengan transformasi Jakarta menuju Kota Global, Jakarta dinilai berpeluang semakin banyak menjadi tuan rumah event nasional maupun internasional. Kondisi tersebut membutuhkan ekosistem industri yang semakin profesional dan mampu memenuhi standar penyelenggaraan berskala global.

“Industri event merupakan bagian penting dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta. Sejalan dengan arah Jakarta menuju Kota Global, ke depan Jakarta akan semakin banyak menjadi tempat penyelenggaraan event berskala internasional. Karena itu, profesionalisme industri harus terus kita tingkatkan, termasuk dari sisi kompetensi dan sertifikasi SDM,” ujar Andhika.

Menurut dia, pemerintah tidak dapat membangun ekosistem tersebut sendiri. Kolaborasi dengan asosiasi dan pelaku industri diperlukan agar kebijakan pemerintah dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan serta perkembangan industri di lapangan.

“Kami berharap Backstagers dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan para pelaku industri event,” lanjutnya.

Ketua Umum Backstagers Indonesia Andro Rohmana menyambut terbentuknya kepemimpinan baru DPD Backstagers DKI Jakarta. Dia berharap program yang dijalankan dapat berjalan beriringan dengan visi pembangunan Jakarta.

Menurut Andro, kolaborasi antara asosiasi industri event dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin penting dalam perjalanan Jakarta menuju Kota Global.

Penyelenggaraan event, kata dia, tidak hanya dituntut semakin profesional, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi ekonomi yang nyata dan terukur.

“Melalui program-program Ketua DPD DKI Jakarta, kami berharap Backstagers mampu membersamai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan visi Jakarta Kota Global melalui penyelenggaraan acara yang profesional, mampu menggerakkan perekonomian, sekaligus memiliki dampak yang dapat diukur, salah satunya melalui Event Economic Calculator,” ujar Andro.

Pengukuran dampak tersebut diperlukan agar keberhasilan sebuah event tidak hanya dilihat dari jumlah pengunjung atau kemeriahan penyelenggaraannya. Kontribusi event juga dapat dilihat dari perputaran ekonomi, penciptaan lapangan kerja, aktivitas sektor pendukung, serta manfaat yang dirasakan kota dan masyarakat.

Baca Juga: Jakarta Pusat Job Connect 2026 Buka Ribuan Lowongan Kerja, Diikuti 37 Perusahaan

Dengan kepemimpinan baru, DPD Backstagers DKI Jakarta diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara asosiasi, pelaku industri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Penguatan profesionalisme dan kompetensi SDM, peningkatan standar industri, perluasan ruang kolaborasi, serta penyelenggaraan event yang memberikan dampak ekonomi menjadi bagian dari arah yang ingin dibangun.

Semangat “Jakarta as a Global Stage” menjadi salah satu arah tersebut. Jakarta tidak hanya diarahkan menjadi tempat berlangsungnya event nasional dan internasional, tetapi juga menjadi ruang bagi kreativitas, budaya, bisnis, dan talenta Indonesia untuk bertemu dengan dunia.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat