- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Saham BUMI Melambung Usai Resmi Caplok Tambang Australia Senilai Rp1 Triliun
Kredit Foto: Istimewa
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bergerak agresif pada awal perdagangan Senin (7/9/2026). Dalam 20 menit pertama, saham BUMI melonjak 4,76% atau 10 poin ke level Rp220 per saham.
Hingga menjelang sesi I perdagangan, saham BUMI sempat bergerak di Rp220-Rp222 per saham.
Pergerakan tersebut berlangsung bersamaan dengan rampungnya aksi ekspansi BUMI di Australia. Perseroan melalui anak usahanya, Bumi Resources Australia Pty Ltd (BRA), telah menyelesaikan pengambilalihan perusahaan tambang Loyal Metals Ltd (Loyal).
Mengacu pada keterbukaan informasi BEI, Senin (7/9/2026), transaksi tersebut resmi dituntaskan pada 4 September 2026. BRA mengambil alih seluruh 175.710.515 saham Loyal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Untuk mengambil alih kepemilikan tersebut, BUMI menginvestasikan dana sebesar A$79.069.731,75 atau sekitar Rp1,004 triliun.
“Dengan demikian, perseroan melalui BRA kini resmi menjadi pemegang 100% saham di Loyal Metals Ltd,” ujar Direktur BUMI, R.A. Sri Dharmayanti dalam keterangannya.
Dengan selesainya transaksi ini, BRA kini memiliki kendali penuh atas Loyal Metals Ltd sebagai bagian dari ekspansi bisnis BUMI di Australia.
Kinerja Semester I-2026
BUMI mencatatkan laba bersih sebesar US$58,85 juta atau sekitar Rp1,06 triliun, melonjak 188,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$20,40 juta.
Kinerja laba yang tumbuh baik merupakan dampak dari pendapatan perseroan yang naik menjadi US$866,75 juta dari US$677,93 juta pada semester I-2025.
BUMI juga membukukan laba sebelum pajak sebesar US$104,32 juta, hampir dua kali lipat dibandingkan semester I-2025 yang sebesar US$51,52 juta.
Selain ditopang pertumbuhan pendapatan, perbaikan kinerja juga didukung peningkatan kontribusi dari entitas asosiasi dan ventura bersama. Penghasilan dari pos tersebut melonjak menjadi US$43,85 juta, dari US$15,85 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Meski mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan, arus kas operasional perseroan masih mengalami tekanan.
Baca Juga: Petinggi Bank Bumi Arta (BNBA) Hadapi Perkara Hukum dan Mundur, tapi Laba Tumbuh 46%: Ada Apa?
Baca Juga: Dua Saham Lepas Status FCA, Salah Satunya Milik Grup Bakrie
Baca Juga: Bakrie & Brothers (BNBR) Berbalik Rugi Rp224,81 Miliar di Semester I-2026
BUMI membukukan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar US$64,83 juta, meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan arus kas keluar sebesar US$8,84 juta pada semester I-2025.
Tekanan tersebut terjadi meskipun penerimaan kas dari pelanggan meningkat. Arus kas operasi tergerus oleh kenaikan pembayaran kepada pemasok, karyawan, pemerintah, beban bunga, biaya keuangan, serta kewajiban perpajakan.
Dari sisi investasi, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi meningkat menjadi US$95,92 juta, dibandingkan US$18,45 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan melonjak menjadi US$226,14 juta, naik dari US$49,29 juta, terutama ditopang oleh peningkatan penerimaan dari pinjaman dan penerbitan obligasi.
Pada sisi neraca, total aset perseroan tumbuh 9,03% menjadi US$4,59 miliar hingga akhir Juni 2026, dari US$4,21 miliar pada akhir 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: