Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        UNTR Pangkas Komitmen Modal di Rantau Dedap, Kapasitas 90 MW Jadi Target

        UNTR Pangkas Komitmen Modal di Rantau Dedap, Kapasitas 90 MW Jadi Target Kredit Foto: Merlina Aryanti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT United Tractors Tbk (UNTR) mengambil langkah strategis terhadap investasi di bisnis panas bumi. Perseroan melakukan full impairment atas investasi di PT Supreme Energy Rantau Dedap, tapi tetap mempertahankan proyek tersebut dan akan fokus meningkatkan kapasitas operasional tanpa tambahan modal.

        Presiden Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro mengatakan, impairment atas investasi geothermal tersebut dicatat pada kuartal II-2026 dan masuk dalam kategori non-recurring charges dalam laporan keuangan perseroan hingga semester I-2026.

        Menurut Iwan, langkah full impairment juga dilakukan oleh mitra United Tractors dalam proyek tersebut, termasuk mitra asal Jepang.

        "UT dengan partner lainnya yaitu Japanese Partner juga melakukan full impairment atas investasi di geothermal energi Rantau Dedap," ujar Iwan dalam Konferensi Pers Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).

        United Tractors diketahui memiliki sekitar 40% saham di Supreme Energy Rantau Dedap. Setelah melakukan impairment, perseroan memastikan tidak akan memberikan tambahan modal maupun shareholder loan untuk investasi tersebut.

        "Strategi kita ke depannya untuk Supreme Energi ini kita tidak melakukan penambahan capital maupun juga terkait dengan penambahan shareholder loan untuk investasi tersebut," katanya.

        Meski tidak lagi menyiapkan suntikan modal baru, UNTR masih melihat peluang untuk meningkatkan kinerja proyek melalui optimalisasi operasional. Saat ini, kapasitas operasional Rantau Dedap berada di sekitar 52 megawatt (MW), atau masih di bawah 60% dari potensi kapasitas optimal yang diperkirakan mencapai 90 MW.

        Baca Juga: UNTR Targetkan Produksi Emas Martabe 65.000 Ons pada 2026

        Baca Juga: Laba United Tractors (UNTR) Anjlok Jadi Rp742,22 Miliar, dari Rp8,37 Triliun

        "Kita terus melakukan optimisasi di dalam operational bisnis geothermal di mana ke depannya mungkin saja bisa mencapai optimal kapasitas sekitar 90 megawatt, di mana saat ini masih di bawah 60 persen yaitu sekitar 52 megawatt," ujar Iwan.

        Dengan strategi tersebut, UNTR memilih untuk memaksimalkan aset yang sudah dimiliki ketimbang kembali mengalokasikan modal baru. Perseroan akan berfokus pada peningkatan operasional Supreme Energy Rantau Dedap agar kapasitas pembangkit yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

        Iwan menegaskan, untuk investasi perusahaan lainnya di bisnis panas bumi, UNTR saat ini akan berfokus pada Supreme Energy Rantau Dedap. Perseroan tidak menutup bisnis geothermal, tetapi mengubah pendekatan dengan mengutamakan optimalisasi operasional tanpa tambahan modal maupun shareholder loan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: