Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba Elnusa Naik 29%, Margin Bruto Tertekan dan Piutang Afiliasi Menggemuk

        Laba Elnusa Naik 29%, Margin Bruto Tertekan dan Piutang Afiliasi Menggemuk Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan pertumbuhan laba bersih 29,2% pada Semester I-2026. Di sisi lain, margin laba bruto perseroan turun seiring kenaikan beban pokok pendapatan, sementara piutang usaha dari pihak berelasi bertambah sekitar Rp911 miliar dalam setahun.

        Merujuk laporan keuangan interim per 30 Juni 2026, Elnusa mencatat pendapatan Rp7,58 triliun, naik 8,9% dibandingkan Rp6,96 triliun pada Semester I-2025.

        Namun, laba bruto Elnusa tercatat Rp721,66 miliar pada Semester I-2026, turun tipis dari Rp724,46 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Beban pokok pendapatan Elnusa meningkat menjadi Rp6,86 triliun pada Semester I-2026 dari Rp6,24 triliun pada Semester I-2025. Kenaikan beban pokok tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan perseroan.

        Dengan perhitungan pendapatan dan laba bruto tersebut, margin laba bruto Elnusa berada di kisaran 9,5% pada Semester I-2026, turun dari sekitar 10,4% pada Semester I-2025.

        Laba Bersih Rp434,7 Miliar

        Meski laba bruto turun tipis, laba periode berjalan Elnusa mencapai Rp434,7 miliar pada Semester I-2026, meningkat dari Rp336,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        EBITDA Elnusa tercatat Rp862 miliar, tumbuh 16,2% secara tahunan. Margin laba bersih perseroan berada di kisaran 5,73%.

        Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah mengatakan perseroan membukukan pendapatan Rp7,58 triliun pada Semester I-2026, disertai kenaikan EBITDA dan laba bersih.

        “Elnusa telah membukukan pendapatan sebesar Rp7,58 triliun atau meningkat 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan tersebut berhasil diterjemahkan menjadi peningkatan profitabilitas yang lebih tinggi, di mana EBITDA kami mencapai Rp862 miliar atau tumbuh 16,2% secara tahunan,” ujar Nelwin dalam Public Expose Live 2026 yang digelar secara daring, Senin (7/9/2026).

        Ia menyebut margin laba bersih meningkat menjadi sekitar 5,73%.

        “Margin laba bersih ini juga meningkat menjadi sekitar 5,73% yang mencerminkan efektivitas pengelolaan biaya dan peningkatan kualitas pendapatan Elnusa,” kata Nelwin.

        Piutang Berelasi Rp3,99 Triliun

        Piutang usaha pihak berelasi Elnusa tercatat Rp3,99 triliun per 30 Juni 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp911 miliar dibandingkan posisi Rp3,09 triliun pada 30 Juni 2025.

        Pada periode yang sama, total aset Elnusa mencapai Rp11,40 triliun, naik dari Rp10,55 triliun. Ekuitas perseroan tercatat Rp5,43 triliun.

        Dalam Public Expose Live 2026, manajemen menyampaikan pelanggan afiliasi menyumbang 78% terhadap pendapatan Elnusa, sedangkan pelanggan non-afiliasi berkontribusi sekitar 22%.

        Nelwin mengatakan perseroan akan meningkatkan kontribusi pasar non-afiliasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis.

        Baca Juga: Elnusa Incar Pasar Energi Baru, Dari Aljazair hingga India

        Baca Juga: Elnusa Resmi Mulai Konstruksi Terminal Terpadu Palaran di Samarinda

        “Ke depan, Elnusa akan terus berupaya meningkatkan kontribusi pasar non-afiliasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis kami,” tambah Nelwin.

        Arus Kas dan Kontrak

        Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Elnusa tercatat Rp760,98 miliar pada Semester I-2026. Nilai itu mencakup penerimaan restitusi pajak sebesar Rp526,96 miliar.

        Di luar penerimaan restitusi pajak tersebut, kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp391,46 miliar. Saldo kas Elnusa per akhir Juni 2026 sebesar Rp2,88 triliun.

        Elnusa juga memperoleh kontrak baru Rp11,6 triliun sepanjang Semester I-2026. Segmen distribusi energi dan logistik menyumbang Rp9 triliun, segmen jasa hulu migas terintegrasi Rp1,6 triliun, serta segmen jasa penunjang migas Rp1 triliun.

        Setelah menyerap kontrak Rp14,4 triliun sepanjang enam bulan pertama 2026, Elnusa menutup Juni 2026 dengan kontrak berlanjut atau carry-forward contract Rp18,8 triliun.

        Elnusa menyiapkan belanja modal Rp602 miliar sepanjang 2026. Hingga akhir Juni, realisasi belanja modal mencapai sekitar 35% dari target tahunan. Belanja modal tersebut antara lain dialokasikan untuk peralatan jasa hulu migas, pengadaan kendaraan tangki BBM, pengembangan Terminal LPG Kolaka, peningkatan fasilitas penyimpanan data, serta aset pendukung lainnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: