Kredit Foto: Istimewa
PT Elnusa Tbk (ELSA) mulai memperluas strategi pertumbuhan bisnis ke pasar internasional. Perseroan membidik kawasan Aljazair, India, dan Asia Tenggara sebagai pasar baru untuk memperkuat posisi sebagai penyedia jasa energi terintegrasi.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasar Elnusa di tengah dominasi pelanggan afiliasi dalam struktur pendapatan perseroan. Hingga Semester I-2026, pelanggan afiliasi masih berkontribusi 78% terhadap pendapatan Elnusa, sedangkan pelanggan pihak ketiga menyumbang 22%.
Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, mengatakan perseroan tetap memperkuat pasar domestik sambil membangun kehadiran internasional secara bertahap.
“Ke depannya, perseroan akan terus memperkuat kepemimpinan pasar domestik sekaligus memperluas kehadiran internasional secara bertahap,” ujar Nelwin dalam Public Expose Live 2026 yang digelar secara daring, Senin (7/9/2026).
Menurut Nelwin, pengembangan pasar internasional menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
“Fokus ekspansi akan diarahkan ke kawasan Aljazair dan India serta Asia Tenggara sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang dan penguatan kapabilitas global,” kata Nelwin.
Selain memperluas wilayah operasi, ekspansi internasional juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi pasar non-afiliasi. Selama ini, Elnusa memiliki hubungan strategis dengan ekosistem Pertamina Group yang menjadi salah satu penopang bisnis perseroan.
Namun, manajemen melihat perluasan pelanggan pihak ketiga menjadi bagian penting dalam strategi diversifikasi.
“Ke depan, Elnusa akan terus berupaya meningkatkan kontribusi pasar non-afiliasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis kami,” sambung Nelwin.
Strategi tersebut dilakukan dengan tetap mempertahankan kekuatan bisnis domestik sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru melalui pasar regional.
Andalkan Portofolio Layanan Terintegrasi
Elnusa membawa modal bisnis terintegrasi untuk memasuki pasar internasional. Perseroan memiliki kemampuan layanan dari sektor hulu hingga hilir energi, mulai dari survei seismik, layanan non-seismik, pengelolaan sumur, pengeboran dan oilfield services, EPCOM, fabrikasi dan konstruksi, pengelolaan data, armada pendukung migas, hingga distribusi bahan bakar dan perdagangan bahan bakar serta bahan kimia.
Nelwin mengatakan integrasi layanan menjadi salah satu keunggulan kompetitif Elnusa dalam menyediakan solusi bagi pelanggan sektor energi.
“Elnusa memiliki keunggulan kompetitif melalui kemampuan menyediakan solusi terintegrasi dari hulu hingga hilir migas,” ungkap Nelwin.
Menurutnya, kemampuan tersebut memungkinkan perseroan memberikan layanan yang lebih menyeluruh kepada pelanggan.
“Perseroan mampu menghadirkan solusi yang menyeluruh bagi pelanggan. Integrasi layanan ini menjadi nilai unik bagi Elnusa dalam menciptakan efisiensi, meningkatkan sinergi bisnis, serta memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan,” ujar Nelwin.
Perkuat Kapabilitas Teknologi untuk Bersaing
Selain memperluas pasar, Elnusa memperkuat kapabilitas teknologi sebagai pendukung daya saing di industri jasa energi.
Pada Semester I-2026, perseroan menyelesaikan berbagai pekerjaan operasional, termasuk akuisisi seismik 3D seluas 1.757 kilometer persegi, seismik 2D sepanjang 193 kilometer, wireline logging pada 662 sumur, well testing lebih dari 3.800 sumur, serta pekerjaan hydraulic workover unit pada 112 sumur.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan teknologi menjadi salah satu faktor pembeda dalam pengembangan bisnis perusahaan.
“Elnusa terus memperkuat solusi dan mengadopsi teknologi yang tepat guna di sepanjang rantai nilai minyak dan gas guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta kualitas layanan kepada pelanggan,” kata Andri.
Baca Juga: Semester I-2026, Bisnis Distribusi BBM Dorong Laba Elnusa Naik 29,2%
Baca Juga: Elnusa Resmi Mulai Konstruksi Terminal Terpadu Palaran di Samarinda
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Pertapixel, layanan geospasial digital berbasis drone, pemetaan udara, dan sistem informasi geografis (GIS). Perseroan juga menggunakan teknologi akuisisi seismik nirkabel dalam proyek seismik darat 2D dan 3D di Tondok, Sulawesi Selatan.
“Inovasi teknologi terus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan dan diferensiasi bisnis Elnusa,” sambung Andri.
Kinerja Solid Jadi Modal Ekspansi
Strategi ekspansi regional dilakukan bersamaan dengan penguatan kinerja bisnis domestik. Pada Semester I-2026, Elnusa mencatat pendapatan Rp7,58 triliun, tumbuh 8,9% secara tahunan.
EBITDA perseroan meningkat 16,2% menjadi Rp862 miliar, sedangkan laba bersih naik 29,2% menjadi Rp435 miliar. Pada periode yang sama, Elnusa mencatat kontrak baru Rp11,6 triliun dan menutup Juni 2026 dengan kontrak berlanjut (carry-forward contract) sebesar Rp18,8 triliun.
Meski demikian, manajemen belum mengungkapkan nilai target pendapatan dari ekspansi internasional, jadwal masuk pasar, mitra lokal, maupun proyek spesifik yang telah diperoleh di Aljazair, India, dan Asia Tenggara. Dengan demikian, ekspansi tersebut masih berada pada tahap strategi pengembangan pasar dan belum dapat dikategorikan sebagai kontrak baru.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: