Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatat piutang usaha pihak berelasi sebesar Rp3,99 triliun per 30 Juni 2026. Nilainya naik sekitar Rp911 miliar dibandingkan posisi Rp3,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Merujuk laporan keuangan interim Elnusa per 30 Juni 2026, piutang usaha pihak berelasi perseroan tercatat Rp3,999 triliun. Sementara itu, piutang usaha dari pihak ketiga sebesar Rp136,36 miliar.
Dengan komposisi tersebut, piutang usaha Elnusa didominasi oleh tagihan kepada pihak berelasi. Nilai piutang dari pihak berelasi itu juga menjadi salah satu komponen aset lancar perseroan.
Peningkatan piutang terjadi bersamaan dengan pertumbuhan pendapatan Elnusa. Pada Semester I-2026, Elnusa membukukan pendapatan Rp7,58 triliun, naik 8,9% dari Rp6,96 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Total aset Elnusa pada 30 Juni 2026 mencapai Rp11,40 triliun, naik dari Rp10,96 triliun pada posisi akhir 2025. Ekuitas perseroan tercatat Rp5,43 triliun, sedangkan saldo kas berada di level Rp2,88 triliun.
Kontrak Baru Rp11,6 Triliun
Kegiatan usaha Elnusa pada Semester I-2026 tercermin dari perolehan kontrak baru Rp11,6 triliun. Segmen penjualan barang serta distribusi dan logistik energi menyumbang kontrak terbesar senilai Rp9 triliun.
Segmen jasa hulu migas terintegrasi menyumbang kontrak baru Rp1,6 triliun. Sementara segmen jasa penunjang migas berkontribusi Rp1 triliun.
Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo mengatakan perolehan kontrak baru berasal dari tiga segmen usaha perseroan.
“Selama enam bulan pertama ini, perseroan berhasil memperoleh kontrak baru senilai Rp11,6 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen Energy Distribution and Logistic sebesar Rp9 triliun,” ujar Andri dalam Public Expose Live 2026 secara daring, Senin (7/9/2026).
Elnusa mengawali 2026 dengan kontrak bawaan atau carry-over contract sebesar Rp21,6 triliun. Setelah menyerap kontrak Rp14,4 triliun sepanjang Semester I-2026, perseroan menutup Juni 2026 dengan kontrak berlanjut atau carry-forward contract Rp18,8 triliun.
“Nilai ini memberikan earning visibility yang kuat untuk periode mendatang sekaligus menjadi indikator positif atas keberlanjutan aktivitas operasional dan proyek pertumbuhan perseroan,” kata Andri.
Porsi Pendapatan Afiliasi
Dalam Public Expose Live 2026, manajemen menyampaikan pelanggan afiliasi menyumbang sekitar 78% terhadap pendapatan Elnusa. Sementara pelanggan pihak ketiga berkontribusi sekitar 22%.
Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah mengatakan Elnusa mendorong peningkatan kontribusi pasar non-afiliasi dalam strategi diversifikasi bisnis.
“Ke depan, Elnusa akan terus berupaya meningkatkan kontribusi pasar non-afiliasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis kami,” ujar Nelwin dalam kesempatan yang sama.
Nelwin mengatakan perseroan juga akan memperkuat pasar domestik dan membangun kehadiran di luar negeri secara bertahap. Elnusa mengarahkan fokus pengembangan pasar ke Aljazair, India, dan Asia Tenggara.
Baca Juga: Elnusa Incar Pasar Energi Baru, Dari Aljazair hingga India
Baca Juga: Semester I-2026, Bisnis Distribusi BBM Dorong Laba Elnusa Naik 29,2%
“Ke depannya, perseroan akan terus memperkuat kepemimpinan pasar domestik sekaligus memperluas kehadiran internasional secara bertahap. Fokus ekspansi akan diarahkan ke kawasan Aljazair dan India serta Asia Tenggara sebagai strategi pertumbuhan jangka panjang dan penguatan kapabilitas global,” sambung Nelwin.
Laba dan Arus Kas
Laba periode berjalan Elnusa tercatat Rp434,7 miliar pada Semester I-2026, naik dari Rp336,5 miliar pada Semester I-2025. EBITDA mencapai Rp862 miliar atau tumbuh 16,2% secara tahunan.
Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah menyebut pendapatan Semester I-2026 sebesar Rp7,58 triliun berhasil diikuti peningkatan profitabilitas.
“Pertumbuhan pendapatan tersebut berhasil diterjemahkan menjadi peningkatan profitabilitas yang lebih tinggi, di mana EBITDA kami mencapai Rp862 miliar atau tumbuh 16,2% secara tahunan,” ujar Nelwin.
Di sisi lain, laba bruto Elnusa tercatat Rp721,66 miliar pada Semester I-2026, turun tipis dari Rp724,46 miliar pada periode yang sama 2025. Beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp6,86 triliun dari Rp6,24 triliun.
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp760,98 miliar, naik dari Rp656,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan arus kas juga mencatat penerimaan restitusi pajak sebesar Rp526,96 miliar pada Semester I-2026.
Elnusa mengalokasikan belanja modal sebesar Rp602 miliar sepanjang 2026. Hingga akhir Juni, realisasinya mencapai sekitar 35% dari target tahunan dan dialokasikan antara lain untuk peralatan jasa hulu migas, kendaraan tangki BBM, pengembangan Terminal LPG Kolaka, fasilitas penyimpanan data, serta aset penunjang operasional.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: