Kredit Foto: Demokrat
Sinyal politik dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mulai memancing respons dari partai-partai di dalam pemerintahan. Pernyataan AHY soal kekuasaan yang bukan milik seseorang untuk selamanya bahkan dibaca sebagai tanda kesiapan menuju kontestasi Pilpres mendatang.
Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya menilai gestur AHY dalam pidato politiknya saat acara HUT Demokrat seolah memberikan sinyal kuat. Doli melihat ada kemungkinan AHY tengah memosisikan diri sebagai salah satu kandidat yang akan bertarung pada pilpres mendatang.
"Dilihat dari cari penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang," ungkap Doli kepada wartawan.
Meski demikian, pembacaan tersebut tidak serta-merta dianggap sebagai sesuatu yang perlu dibahas sekarang oleh Gerindra. Juru Bicara Gerindra, Sugiat Santoso, justru mengingatkan bahwa agenda pemilu masih cukup jauh, sementara pemerintah masih menghadapi berbagai persoalan rakyat yang membutuhkan perhatian.
Baca Juga: Prabowo Butuh Lebih Banyak Menteri Seperti Teddy: Dia Bener Kerja, Gak Pencitraan
"Yang dibutuhkan oleh bangsa saat ini adalah kesolidan seluruh elemen bangsa. Baik yang berada di pemerintahan maupun yang di luar pemerintahan untuk bersama-sama bekerja mencari solusi terhadap semua persoalan-persoalan rakyat. Nah, apalagi kan Demokrat, Mas AHY adalah bagian dari pemerintahan," kata Sugiat kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Sugiat menilai energi seluruh pihak sebaiknya diarahkan untuk menjalankan tugas yang telah diberikan rakyat. Ia berharap persoalan-persoalan kerakyatan yang masih menumpuk bisa diselesaikan bersama, baik oleh mereka yang berada di lembaga legislatif maupun eksekutif.
"Saya berharap setiap kita fokus saja menuntaskan kerja-kerja kita yang diamanahkan kepada kita, baik di legislatif maupun di eksekutif. Kalau terkait dengan pemilu kan masih lama kan. Sementara banyak persoalan kerakyatan yang membutuhkan solusi dari kita bersama, kan gitu," ujarnya.
Baca Juga: Bawahannya Megawati Sebut Ijazah Jokowi Asli: Saya Pernah...
Menurut Sugiat, posisi Demokrat yang menjadi bagian dari pemerintahan membuat fokus terhadap pekerjaan saat ini menjadi jauh lebih penting. Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak terjebak dalam pembicaraan politik elektoral yang waktunya masih panjang.
"Fokus bersama pemerintahan Pak Prabowo untuk menuntaskan persoalan-persoalan kerakyatan. Kalau memang ada temuan data fakta-fakta di lapangan terkait dengan kondisi rakyat, mari kita sama-sama mencari solusinya supaya itu bisa tuntas, kan begitu," ucap Sugiat.
Bahkan, Sugiat menegaskan bahwa di internal Gerindra sendiri belum ada pembahasan mengenai pemilu berikutnya. Partainya masih berkonsentrasi mengawal berbagai program strategis Presiden Prabowo Subianto agar benar-benar terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kalau pemilu kan masih lama, Pak Prabowo sendiri kan di internal Gerindra tidak pernah membahas apa pun terkait dengan pemilu. Kami masih fokus mengawal program-program strategis Pak Prabowo supaya bisa tereksekusi dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat," lanjut dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri