Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Butuh Lebih Banyak Menteri Seperti Teddy: Dia Bener Kerja, Gak Pencitraan

Prabowo Butuh Lebih Banyak Menteri Seperti Teddy: Dia Bener Kerja, Gak Pencitraan Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah sorotan terhadap kinerja para pembantu Presiden Prabowo Subianto, muncul satu nama yang dinilai memiliki citra berbeda. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya disebut lebih sering terlihat bekerja dan menyelesaikan persoalan ketimbang sibuk membangun pencitraan di hadapan publik.

Pengamat politik Hendri Satrio menilai karakter tersebut dibutuhkan lebih banyak dalam pemerintahan Prabowo. Menurut pria yang akrab disapa Hensa itu, Presiden perlu memilih lebih banyak menteri dengan pola kerja seperti Teddy yang dinilainya fokus pada pekerjaan dan muncul ketika pemerintah membutuhkan penjelasan.

“Kalau menurut saya, hari ini Prabowo perlu lebih banyak memilih menteri yang pola kerjanya seperti Teddy. Teddy itu pekerja. Dia benar-benar kerja, nggak banyak pencitraan kerjanya," katanya.

Baca Juga: Purbaya Jamin Bakal Tambah Anggaran Bencana: Kita Usahakan, tapi Jangan...

Hendri melihat Teddy tidak terlalu menonjolkan aktivitasnya untuk membangun citra pribadi. Sebaliknya, sosok tersebut justru terlihat ketika ada persoalan yang perlu ditangani atau ketika pemerintah membutuhkan seseorang untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat.

"Yang kelihatan justru dia sibuk bekerja, menyelesaikan persoalan, dan ketika pemerintah membutuhkan orang untuk maju memberikan penjelasan, dia ada di situ,” ujar Hendri.

Penilaian tersebut, kata Hensa, bahkan tidak hanya muncul dari pengamat politik. Ia menyebut persepsi mengenai Teddy sebagai figur yang sibuk bekerja juga berkembang dalam percakapan di kalangan generasi muda, termasuk Gen Z.

Baca Juga: Prabowo Potong Laporan Kapolri saat Rapat Bencana, Ternyata Penasaran Mau Tahu...

“Di kalangan Gen Z itu kan ada sebutan-sebutan. Ganjar misalnya identik dengan olahraga, sibuk lari-lari. Anies disebut pengangguran, Gibran disebut kosong. Nah, Teddy itu justru disebut sibuk kerja. Menurut saya ini menarik, karena bahkan anak-anak Gen Z mengakui bahwa simbol orang yang sibuk bekerja di pemerintahan hari ini adalah Teddy,” ucap Hensa.

Karena itu, ia menilai Prabowo membutuhkan lebih banyak pembantu dengan karakter serupa. Bukan sekadar figur yang tampil di ruang publik, melainkan mereka yang benar-benar sibuk menyelesaikan pekerjaan dan persoalan pemerintahan.

“Kalau menurut saya, menteri-menterinya Prabowo dan Pak Prabowo itu harus berterima kasih dengan orang yang namanya Teddy. Walaupun orang banyak yang nyinyir, iri, cuma ini orang sering banget saya lihat pasang badan buat menteri-menterinya Prabowo,” kata Hensa.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri