Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Didesak Lakukan Reshuffle: Ganti Menterinya Itu Nomor Satu, di Hukum, di Ekonomi atau...

        Prabowo Didesak Lakukan Reshuffle: Ganti Menterinya Itu Nomor Satu, di Hukum, di Ekonomi atau... Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengamat Politik Hendri Satrio meminta adanya pertimbangan perombakan kabinet demi memperbaiki kinerja dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Hendri, pergantian menteri harus menjadi langkah pertama yang dilakukan apabila pemerintah ingin membenahi persoalan yang muncul di berbagai sektor.

        “Ganti menterinya itu nomor satu. Di hukum, di ekonomi atau di politik, itu harus diganti semua,” kata Hendri, dikutip Selasa (8/9/2026).

        Baca Juga: Golkar: AHY Kirim Sinyal Siap Jadi Lawannya Prabowo Meski Satu Kapal

        Hendri sebelumnya mengidentifikasi tiga persoalan besar yang menurutnya tengah dihadapi pemerintahan saat ini, yakni ekonomi, hukum dan komunikasi.

        Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya ditangani melalui kebijakan baru. Menurutnya, kualitas orang-orang yang berada di balik pelaksanaan kebijakan juga perlu dievaluasi.

        “Saya menyebut tiga masalah besar di pemerintahan saat ini itu adalah ekonomi, hukum dan komunikasi,” ujarnya.

        Khusus komunikasi, Hendri menilai masih terdapat kesenjangan kualitas antara presiden dengan sebagian menteri yang menjadi pembantunya.

        “Komunikasinya parah sekali, tidak seperti zaman Jokowi. Dan menurut saya salah satu hal yang harus segera diperbaiki adalah gap kualitas antara Prabowo dengan tim di bawahnya, menteri-menterinya,” katanya.

        Menurut Hendri, kesenjangan tersebut membuat presiden terlalu sering harus mengambil peran langsung ketika muncul masalah.

        Ia menilai kondisi itu justru berisiko membebani presiden secara politik karena masyarakat cenderung mengarahkan kekecewaan kepada kepala pemerintahan.

        “Dia terlalu banyak pasang badan atas kekurangan menteri-menterinya. Jadi pada saat rakyat marah, rakyat kesel, yang disalahin presiden, bukan menterinya,” ujar Hendri.

        Karena itu, Hendri mendorong presiden mengevaluasi jajaran kabinet, khususnya di sektor hukum, ekonomi dan politik.

        Menurut dia, presiden membutuhkan pembantu yang bukan hanya loyal, tetapi juga memiliki kemampuan bekerja dan berkomunikasi secara efektif.

        Baca Juga: Cerita Anak Buah Prabowo Saat Jadi Oposisi Jokowi: Sakit Sekali Rasanya Ketika Hukum Menjadi Alat...

        Dengan demikian, menurut Hendri, reshuffle bukan sekadar pergantian posisi politik, tetapi dapat menjadi instrumen untuk memperbaiki efektivitas pemerintahan dari Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: