- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
TOWR Kantongi Kontrak Rp100,1 Triliun hingga 2045, Bisnis Menara Jadi Penopang Utama
Kredit Foto: Merlina Aryanti
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mengantongi contracted revenue senilai Rp100,1 triliun hingga 2045. Besarnya kontrak jangka panjang tersebut memberikan visibilitas pendapatan sekaligus memperkuat basis pendapatan berulang perseroan di tengah dinamika industri menara telekomunikasi.
Berdasarkan paparan publik perseroan, nilai contracted revenue TOWR pada semester I-2026 hampir dua kali lipat dibandingkan Rp52,2 triliun pada 2020. Nilai tersebut juga setara dengan sekitar sembilan kali pendapatan TOWR sepanjang 2025.
Dari total kontrak tersebut, sekitar 74% berasal dari bisnis menara, sedangkan Rp26 triliun lainnya berasal dari segmen non-menara. Dengan masa kontrak yang berlangsung hingga 2045, TOWR memiliki basis pendapatan berulang untuk menopang kinerja dalam jangka panjang.
Director and Group Investor Relations PT Sarana Menara Nusantara, Hartono Tanuwidjaja, mengatakan kinerja semester I 2026 menunjukkan kekuatan model bisnis TOWR yang ditopang oleh aset terintegrasi dan saling bersinergi.
"Kami berhasil meningkatkan pendapatan dan laba bersih serta memperkuat posisi neraca keuangan," kata Hartono dalam Public Expose Live 2026, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Kekuatan kontrak jangka panjang tersebut tercermin pada kinerja operasional TOWR. Pada semester I 2026, perseroan membukukan pendapatan operasional konsolidasi Rp7,2 triliun, tumbuh 12,7% secara tahunan.
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat 12,4% menjadi Rp1,86 triliun.
Dari sisi neraca, rasio net debt terhadap EBITDA berada di level 3,94 kali. TOWR mencatat net debt sekitar Rp44,1 triliun, lebih rendah dibandingkan nilai contracted revenue yang mencapai Rp100,1 triliun.
Sementara itu, biaya pendanaan perseroan berada di kisaran 5,55%, memberikan dukungan terhadap kemampuan TOWR dalam menjaga fleksibilitas keuangan di tengah kebutuhan investasi infrastruktur digital.
Baca Juga: TOWR Bidik FWA dan Spektrum Baru, Bisnis Menara hingga Fiber Siap Digenjot
Baca Juga: Pendapatan HEAL Naik Jadi Rp3,61 Triliun di Semester I-2026, Ditopang Bisnis Rumah Sakit
Baca Juga: Terungkap! Asal-usul Grup Djarum Kuasai 10,86% Saham Emiten Bakrie
Bidik Pertumbuhan FWA
Ke depan, TOWR melihat peluang pertumbuhan dari pengembangan Fixed Wireless Access (FWA) serta pemanfaatan spektrum baru oleh operator telekomunikasi.
Perkembangan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan operator terhadap infrastruktur menara dan jaringan fiber. Dengan basis kontrak jangka panjang yang sudah mencapai lebih dari Rp100 triliun, TOWR memiliki fondasi pendapatan yang relatif kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan tersebut.
Kombinasi pendapatan berulang, kinerja operasional yang tumbuh, serta posisi keuangan yang tetap terjaga menjadi modal bagi TOWR untuk melanjutkan ekspansi infrastruktur digital sekaligus mempertahankan visibilitas pendapatan hingga jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan