Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Muncul Pihak Siap Tanggung Jawab Soal Isi Buku Islam ala Prabowo

        Muncul Pihak Siap Tanggung Jawab Soal Isi Buku Islam ala Prabowo Kredit Foto: BPMI / Muchlis Jr
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra memastikan tidak akan lepas tangan terhadap pandangannya yang dimuat dalam buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam.

        Yusril menyatakan siap mempertanggungjawabkan secara akademik isi yang memang berasal dari wawancaranya. Ia tidak mempersoalkan substansi yang berasal dari keterangannya sendiri. 

        Baca Juga: Waketum Demokrat Balas Golkar Soal Tuduhan ke AHY: Terlalu Jauh Kalau Ditanggapin...

        “Saya baru membaca buku itu secara utuh sampai selesai. Dan apa yang saya sampaikan dalam wawancara tersebut merupakan pandangan saya dan tentu dapat saya pertanggungjawabkan secara akademik,” kata Yusril, dikutip Rabu (9/9/2026).

        Yusril sendiri mengaku tidak pernah meminta salinan transkrip ataupun naskah asli dari wawancara untuk buku tersebut. Karena itu, ia tidak mengetahui secara langsung bagaimana materi wawancara kemudian ditempatkan dan diolah dalam buku.

        Namun setelah membaca hasil akhirnya secara keseluruhan, ia mengatakan tidak menemukan persoalan mendasar dalam substansi yang dikaitkan dengan dirinya.

        “Setelah membaca buku tersebut secara utuh, saya tidak melihat adanya persoalan mendasar dalam substansi yang disampaikan, khususnya pada bagian yang bersumber dari wawancara dengan saya,” katanya.

        Adapun Yusril memberikan catatan terhadap judul buku Islam ala Prabowo. Menurutnya, pemilihan judul tersebut dapat memunculkan persepsi yang lebih tajam di masyarakat dibandingkan jika buku menggunakan judul yang lebih deskriptif.

        Yusril menilai persoalannya terletak pada kebiasaan sebagian pembaca yang mendapatkan kesan awal hanya dari judul. Padahal, untuk memahami maksud sebuah buku secara menyeluruh, pembaca perlu melihat isi dan konteks pembahasannya.

        “Kalau judulnya misalnya 'Prabowo dan Islam', menurut saya akan lebih mudah dipahami sebagai pembahasan mengenai hubungan Prabowo dengan Islam,” ujar Yusril.

        Buku Islam ala Prabowo sebelumnya menuai kritik karena dianggap dapat memunculkan tafsir mengenai adanya konsep atau cara tertentu dalam memahami ajaran agama berdasarkan sosok Prabowo. Perdebatan itu kemudian turut menyeret nama-nama yang tercantum sebagai penyumbang tulisan atau materi.

        Yusril sendiri berada di tengah kontroversi yang muncul setelah buku setebal lebih dari 330 halaman itu beredar. Buku tersebut memuat sejumlah tulisan dari tokoh-tokoh ternama mengenai hubungan Prabowo Subianto dengan Islam.

        Baca Juga: Punya Basis Massa, Anies Belum Tentu Jadi Lawannya Prabowo Namun Bisa Tiba-tiba Dirangkul Jokowi

        Nama Yusril tercantum sebagai salah satu penyumbang naskah dengan bagian berjudul “Peduli Kepada Rakyat dan Keadilan”. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: