Roy Suryo Tak Akan Ungkap Saksi Kuncinya di Kasus Ijazah Jokowi: Kalau Diumbar, Dihabisi dari Awal
Kredit Foto: Istimewa
Roy Suryo memilih menyimpan rapat identitas sejumlah saksi yang akan dibawanya dalam persidangan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia khawatir jika nama dan informasi mengenai para saksi dibuka kepada publik sebelum persidangan, mereka akan lebih dulu menjadi sasaran pihak yang berseberangan dengannya.
Menurut Roy, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengaku sengaja tidak mengumbar sosok-sosok tersebut menjelang sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada 17 September 2026.
Baca Juga: Temukan Detail Kunci, Roy Suryo Siap Hadapi Sidang Lawan Jokowi: Terbukti Ijazah Ini Palsu 99,9%
“Sosok-sosok itu. Iya. Jadi kita tidak mengumbar memang. Kalau diumbar udah dihabisin dari awal. Jadi sengaja kita simpan supaya nanti tidak langsung dihabisi. Karena memang yang kita lawan ini bukan main-main,” kata Roy, dikutip Rabu (9/9/2026).
Roy menjadikan kerahasiaan identitas saksi sebagai bagian dari strategi menghadapi persidangan. Ia belum memberikan rincian mengenai siapa saja sosok yang dimaksud maupun posisi mereka dalam rangkaian persoalan yang sedang diperdebatkan.
Roy hanya memastikan bahwa akan ada sejumlah wajah baru yang muncul ketika perkara masuk ke persidangan. Para saksi tersebut, menurut dia, belum pernah tampil dalam pemberitaan publik terkait polemik ijazah Jokowi.
“Nanti akan banyak wajah-wajah yang kemarin belum pernah muncul dan itu akan muncul,” ujarnya.
Roy menyebut keterangan para saksi tersebut akan berkaitan dengan sejumlah hal yang selama ini menjadi dasar argumentasinya. Salah satunya mengenai persoalan kegiatan akademik yang dikaitkan dengan masa pendidikan Jokowi.
Ia memberikan contoh bahwa para saksi nantinya dapat memberikan penjelasan mengenai kegiatan kuliah kerja nyata maupun sosok dosen pembimbing.
“...akan membuktikan Oh itu KKN-nya dulu salah, Oh itu dosen pembimbingnya dulu yang bener,” jelas Roy.
Selain saksi, ia juga mengatakan masih menyimpan sejumlah alat bukti yang belum pernah dipublikasikan. Materi tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan langsung dengan dokumen ijazah, tetapi juga menyangkut skripsi, nilai, dan KKN.
“Banyak, banyak. Termasuk yang detail-detail soal selain skripsi, soal nilai, soal KKN, itu banyak,” katanya.
Sebelumnya, Jokowi sendiri menyatakan siap menunjukkan seluruh dokumen pendidikan yang dimilikinya apabila diperlukan dalam persidangan pokok perkara.
Jokowi menantang pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazahnya untuk membawa seluruh bukti yang mereka miliki ke persidangan pokok perkara apabila benar-benar yakin ijazahnya palsu.
Baca Juga: Muncul Pihak Siap Tanggung Jawab Soal Isi Buku Islam ala Prabowo
"Ya, kalau yakin 100 persen palsu, mestinya masuk ke pokok perkara di persidangan itu diikuti. Tidak malah praperadilan. Biar perkara ini segera selesai. Masalah ini bisa segera selesai," ujar Jokowi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: