Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Investor Asing Catat Net Foreign Sell Rp577,21 Miliar, BBCA Jadi Saham Paling Banyak Dilepas

        Investor Asing Catat Net Foreign Sell Rp577,21 Miliar, BBCA Jadi Saham Paling Banyak Dilepas Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aktivitas investor asing di pasar saham Indonesia hingga perdagangan sesi I, Rabu (9/9/2026), menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatat net foreign sell sebesar Rp577,21 miliar.

        Secara keseluruhan, nilai transaksi asing terdiri dari foreign buy sebesar Rp2,21 triliun dan foreign sell mencapai Rp2,79 triliun. Selisih tersebut membuat posisi jual bersih asing berada di level Rp577,21 miliar.

        Di sisi pembelian, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai net foreign buy mencapai Rp158,06 miliar. Posisi berikutnya ditempati AADI sebesar Rp74,25 miliar, BBRI Rp62,73 miliar, PTBA Rp42,43 miliar, dan TINS Rp33,63 miliar.

        Saham lain yang masuk jajaran teratas net foreign buy antara lain TLKM Rp32,62 miliar, ERAA Rp23,59 miliar, NCKL Rp21,04 miliar, INDY Rp15,42 miliar, dan EMAS Rp11,18 miliar.

        Sementara itu, tekanan jual asing paling besar terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net foreign sell mencapai Rp419,03 miliar. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding saham lain yang berada dalam daftar teratas penjualan asing.

        Baca Juga: OJK: Jumlah Investor Indonesia Tembus 31,14 Juta per Akhir Agustus 2026

        Baca Juga: BEI Pelototi Gerak Saham VICI dan SMMT, Investor Diminta Waspada

        Baca Juga: Purbaya Ungkap Sumber Dana Bayar Utang Kereta Cepat: Tak Perlu Investor Baru

        Berikutnya, CPIN mencatat net foreign sell Rp82,92 miliar, disusul BMRI Rp69,64 miliar, AMMN Rp53,38 miliar, dan TPIA Rp47,85 miliar.

        Tekanan jual juga terlihat pada ASII sebesar Rp44,84 miliar, KLBF Rp33,10 miliar, BIPI Rp29,92 miliar, IATA Rp29,90 miliar, serta BBNI Rp28,25 miliar.

        Data tersebut menunjukkan bahwa meski terdapat akumulasi pada sejumlah saham, terutama ANTM dan beberapa saham komoditas serta energi, aksi jual asing pada saham-saham berkapitalisasi besar masih mendominasi perdagangan hingga tengah hari.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: