Kinerja Rosan Roeslani Masuk Dua Besar Menteri Terbaik, Capaian Investasi Jadi Salah Satu Indikator
Kredit Foto: Istimewa
Capaian investasi dan penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu sorotan dalam penilaian terhadap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani. Dalam assessment kinerja menteri Kabinet Merah Putih yang dirilis IndexPolitica Indonesia, Rosan menempati posisi kedua dari 10 menteri dengan kinerja terbaik.
Rosan memperoleh skor 89, berada di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang meraih skor 91 sekaligus menempati peringkat pertama.
Akademisi Universitas Esa Unggul Iswadi menilai posisi Rosan dalam assessment tersebut menunjukkan bahwa kinerja kementerian tidak hanya dapat dilihat dari popularitas maupun intensitas pemberitaan di media. Menurut dia, capaian konkret yang memberikan dampak terhadap perekonomian nasional juga menjadi ukuran penting.
“Pak Rosan menunjukkan kinerja yang berorientasi pada hasil. Capaian investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan hilirisasi merupakan indikator konkret yang menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan memberikan dampak terhadap perekonomian,” ujar Iswadi dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Iswadi mengatakan hasil penilaian IndexPolitica menarik karena menggunakan pendekatan berbasis bukti atau evidence-based. Melalui pendekatan tersebut, capaian kementerian ditempatkan sebagai bagian penting dalam mengukur keberhasilan seorang menteri.
IndexPolitica melakukan evaluasi dengan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation melalui metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA).
Penilaian tersebut mencakup enam dimensi dengan total bobot 100 persen, yakni Policy Output sebesar 20 persen, Policy Outcome 25 persen, Implementation Effectiveness 20 persen, Public and Economic Impact 15 persen, Policy Innovation 10 persen, serta Intergovernmental Coordination 10 persen.
Dimensi Policy Outcome menjadi komponen dengan bobot terbesar, yakni 25 persen. Dimensi tersebut mengukur perubahan atau hasil substantif yang muncul sebagai konsekuensi dari kebijakan pemerintah.
“Pendekatan seperti ini penting karena masyarakat pada akhirnya ingin melihat hasil dari sebuah kebijakan. Bukan hanya berapa banyak program yang dibuat, tetapi sejauh mana kebijakan tersebut mampu menciptakan perubahan yang terukur,” kata Iswadi.
Menurut Iswadi, capaian sektor investasi menjadi salah satu indikator yang relevan untuk melihat kinerja Rosan sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Di tengah ketidakpastian global yang dipengaruhi konflik geopolitik, perang dagang, serta gangguan rantai pasok, realisasi investasi Indonesia sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp1.931 triliun. Realisasi tersebut menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.
Sementara pada semester pertama 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Iswadi menjelaskan angka tersebut menunjukkan kebijakan investasi tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.
“Ketika investasi tetap tumbuh dan diikuti penciptaan jutaan lapangan kerja, itu menunjukkan adanya dampak ekonomi yang nyata. Karena itu, capaian tersebut layak menjadi salah satu indikator dalam menilai kinerja Kementerian Investasi dan Hilirisasi,” tuturnya.
Baca Juga: Warga RI Wajib Punya Rekening, Prabowo Perintahkan BRI dan BSI Menggarap
Selain Rosan, Iswadi turut menyoroti kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memperoleh skor tertinggi dalam assessment IndexPolitica.
Menurut Iswadi, salah satu capaian Amran dapat dikaitkan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada beras.
Kebijakan peningkatan produksi pangan, penguatan produktivitas pertanian, serta upaya menjaga ketersediaan beras menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
“Capaian tersebut menjadi salah satu konteks yang membuat kinerja Menteri Amran memperoleh skor tertinggi dalam assessment IndexPolitica,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: