Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Investasi Data Center AI Rp82 Triliun Masuk Batang, Jawa Tengah Bidik Industri Teknologi Tinggi

        Investasi Data Center AI Rp82 Triliun Masuk Batang, Jawa Tengah Bidik Industri Teknologi Tinggi Kredit Foto: KEK Industropolis Batang
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        KEK Industropolis Batang menawarkan ekosistem industri dan infrastruktur digital untuk menarik investasi bernilai tambah tinggi ke Jawa Tengah. Salah satu investasi yang menjadi sorotan adalah rencana pembangunan hyperscale data center berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan nilai investasi sekitar Rp82 triliun.

        Investasi tersebut dikembangkan oleh Zankore, perusahaan patungan yang melibatkan Nvidia Corporation, Indosat, Ooredoo Group, dan Nokia. Fasilitas hyperscale data center AI tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 di KEK Industropolis Batang.

        Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Angga Brahmana Sukma atau Bram, mengatakan masuknya investasi berteknologi tinggi menunjukkan perkembangan ekosistem industri di Jawa Tengah.

        “Kita sebagai warga Jawa Tengah patut berbangga hati karena investasi high-tech saat ini sudah masuk ke Jawa Tengah,” ujar Bram dalam Forum Pemasaran Investasi Jawa Tengah 2026 di Semarang, Selasa (8/9/2026).

        Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, pengelola kawasan industri, dan calon investor untuk membahas peluang investasi di Jawa Tengah, khususnya pada sektor advanced manufacturing, industri berorientasi ekspor, energi hijau, dan infrastruktur digital.

        KEK Industropolis Batang dikembangkan berdasarkan masterplan seluas 4.300 hektare dengan konsep Smart, Green, and Sustainable. Kawasan tersebut mengintegrasikan infrastruktur industri, digital, utilitas, konektivitas logistik, serta fasilitas pendukung investasi.

        Bram mengatakan kesiapan kawasan tidak cukup diukur dari luas lahan yang tersedia. Menurutnya, efisiensi investasi dan produksi menjadi parameter penting dalam menarik pelaku usaha.

        “Fokus kami bukan hanya pada luasan kawasan. Ada dua parameter utama kami dalam menyiapkan tempat untuk berinvestasi, yaitu efisiensi dari sisi investasi dan efisiensi dari sisi produksi,” kata Bram.

        Menurut Bram, kawasan tersebut juga diarahkan tidak hanya menjadi lokasi pabrik, tetapi membentuk ekosistem yang dapat menunjang aktivitas ekonomi di dalam kawasan.

        “Kami tidak hanya ingin mengembangkan deretan pabrik. Kami meyakini kawasan ini harus menjadi satu ekosistem yang hidup. Bukan hanya sekadar deretan pabrik, tetapi juga ada kehidupan di dalamnya.”

        Jawa Tengah Bidik Investasi Bernilai Tambah

        Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Saribua Siahaan mengatakan pemerintah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor.

        “Don’t worry, we are on your side. We know you are efficient, you are stable, you need profit. From government, we will make regulation, make it easy for you to come to Indonesia,” ujar Saribua.

        Sementara itu, Plt. Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Johan Hadiyanto mengatakan investasi memberikan dampak terhadap perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan rantai pasok dan pertumbuhan UMKM.

        “Bagi kami, angka tersebut bukan sekadar capaian statistik. Di baliknya terdapat perluasan lapangan kerja, aktivitas usaha, pendapatan masyarakat, tumbuhnya UMKM, serta semakin kuatnya rantai pasok ekonomi daerah,” kata Johan.

        Jawa Tengah memiliki konektivitas Trans-Jawa, infrastruktur pelabuhan dan bandara, kawasan industri dan KEK, serta tenaga kerja produktif. Pemerintah daerah juga mendorong investasi pada sektor advanced manufacturing, elektronik, automotive dan EV components, semikonduktor, industri berorientasi ekspor, serta hilirisasi.

        Staff Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ricky Kusmayadi mengatakan investasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing nasional.

        “Investasi menjadi salah satu pendorong utama melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, penguatan daya saing nasional, serta mendukung prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Ricky.

        Baca Juga: SSIA Bidik Penjualan 10 Hektare Lahan Data Center di Karawang

        Baca Juga: Airlangga Ungkap Potensi Investasi Data Center Indonesia Capai 1,17 GW

        Baca Juga: KEK Industropolis Batang Perkuat Strategi Komunikasi untuk Tarik Investasi

        Salah satu pelaku usaha yang telah berinvestasi di kawasan tersebut, Direktur PT Rumah Keramik Indonesia Surya Handoko, mengatakan dukungan pemerintah dan pengelola kawasan menjadi bagian penting dalam perjalanan investasi perusahaan.

        “Kami hanya punya satu keyakinan: pemerintah tidak akan meninggalkan kami sendirian,” ujar Surya.

        Menurutnya, investasi juga perlu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok lokal.

        “Jangan dilihat dari angkanya. Mungkin angka kami kecil, tetapi kami ingin melakukan sesuatu untuk daerah sekitar kami.”

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: