Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Aktivis 98: Jokowi Seolah Kayak Orang Bener Padahal Dia 'Pembunuh'

        Aktivis 98: Jokowi Seolah Kayak Orang Bener Padahal Dia 'Pembunuh' Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini soal larangan menggunakan kekuasaan untuk menjatuhkan orang memicu serangan balik.

        Aktivis 98 Rustam Effendi melontarkan tudingan keras dengan menyebut Jokowi seolah tampil sebagai sosok yang bersih, padahal menurutnya ada banyak kematian serta penangkapan aktivis selama masa pemerintahannya.

        "Seolah-olah kan kayak dia orang bener gitu, kan. Jadi penguasa kalau berkuasa tidak boleh menekan, membunuh. Padahal dia kan pembunuh yang banyak," kata Rustam dalam keterangannya, dikutip Jumat (11/9/2026).

        Rustam kemudian menyinggung sejumlah peristiwa yang menurutnya menunjukkan banyaknya korban meninggal selama era kepemimpinan Jokowi. Ia menyebut tragedi Kanjuruhan, kasus KPPS, KM 50 hingga Bawaslu dalam pernyataannya.

        Baca Juga: Ijazah Jokowi Dibuat di Pasar Pramuka? Roy Suryo Ngaku Siap Hadirkan Saksi

        "KM 50, Bawaslu, Kanjuruhan, KPPS, ribuan yang dibunuh. Tapi dengan seolah-olah dia orang bersih, orang baik, berani ngomong begitu," ujarnya.

        Tak hanya menyoroti korban meninggal, Rustam juga menyinggung penangkapan terhadap sejumlah aktivis. Ia menilai berbagai peristiwa tersebut menjadi bagian dari apa yang disebutnya sebagai bentuk penindasan pada era pemerintahan Jokowi.

        "Semenjak rezim Jokowi, kita tahu berapa banyak orang yang meninggal. Dan berapa banyak aktivis yang ditangkap-tangkap, gitu kan? Termasuk juga anak Soekarno ditangkap juga," ungkap Rustam.

        "Ini kan luar biasa orang ini. Tapi seolah-olah hari ini merasa orang yang paling bersih, bicaranya seolah-olah seorang negarawan, padahal kan pembohong orang ini. Penipu, pembunuh," lanjut dia.

        Baca Juga: Roy Suryo Gigit Jari? Ijazah Jokowi Sudah Diperiksa, Laboratorium Forensik Menyatakan...

        Rustam juga membawa sejumlah proyek dan janji yang pernah menjadi sorotan publik sebagai alasan kritiknya. Ia menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN), kereta cepat, hingga mobil Esemka dalam pernyataannya.

        "Pembohongan apa yang nggak dibohongin dari Jokowi? IKN, kereta cepat, Esemka, kan pembohongan juga. Luar biasa orang ini. Makanya kami aktivis, nasional maupun daerah, berupaya sepakat untuk menghilangkan dinasti Jokowi," tuturnya.

        Pernyataan tersebut muncul setelah Jokowi sebelumnya menyampaikan pesan kepada masyarakat dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026) lalu.

        Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengakui dirinya menerima berbagai bentuk kritik dan serangan. Ia menyebut kondisi tersebut merupakan sesuatu yang biasa terjadi dalam dunia politik.

        Jokowi kemudian menyampaikan pesan menggunakan ungkapan dalam bahasa Jawa mengenai penggunaan kekuasaan. Ia mengingatkan bahwa seseorang tidak boleh menggunakan kekuatan atau kekuasaan untuk menjatuhkan maupun menyakiti orang lain.

        "Lamun siro sakti ojo mateni. Meskipun kamu sakti, jangan suka menjatuhkan atau membunuh. Tidak boleh mentang-mentang kita punya kekuasaan yang besar, kemudian kita pakai untuk menjatuhkan orang. Itu hal yang tidak baik," ungkap Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: