Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Curhat Budi Arie Melihat Perkembangan Kopdes Sekarang: Sedih Lihatnya karena Kopdes Cuma Jadi Gudang

        Curhat Budi Arie Melihat Perkembangan Kopdes Sekarang: Sedih Lihatnya karena Kopdes Cuma Jadi Gudang Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan Menteri Koperasi (Menkop), Budi Arie Setiadi, akhirnya buka suara menceritakan dinamika di balik pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) yang sempat ia rintis.

        Ia mengaku menyimpan rasa sedih dan kecewa melihat perkembangan program tersebut saat ini yang dinilainya mulai melenceng dari prinsip dasar perkoperasian.

        Menurut Budi, hakikat sebuah koperasi adalah kumpulan orang yang bergerak secara dinamis, swadaya, dan swasembada. Koperasi harus membawa dampak sosial ekonomi yang nyata bagi warga desa, bukan sekadar menjadi bangunan fisik tanpa aktivitas pemberdayaan.

        "Ada sedihnya kita yang mendirikan. Kita yakinkan warga dan kepala desa untuk berorganisasi, memiliki wadah usaha bersama, tapi perkembangannya kok banyak yang tanda tanya di banyak tempat. Kalau cuma ada gudang tapi warga tidak ada yang terlibat, untuk apa?" kritik Budi Arie dalam siniar bersama akademisi Hendri Satriyo.

        Semasa menjabat, Budi Arie mengklaim telah melakukan gebrakan besar. Salah satunya adalah mempercepat target pembentukan 80 ribu Koperasi Desa yang awalnya ditargetkan rampung pada November 2025, berhasil ditarik maju menjadi bulan Juli.

        Tak hanya itu, ia juga memangkas birokrasi dan biaya pungutan yang memberatkan warga desa. Budi menceritakan bagaimana ia memangkas biaya pembuatan akta pendirian koperasi yang dipatok mahal oleh notaris.

        "Waktu pendirian koperasi, satu akta biayanya Rp7 juta. Waktu itu saya sebagai Menkop, saya tekan paling mahal Rp2,5 juta. Saya sudah menghemat Rp360 miliar untuk warga desa, itu nyata, bisa ditanyakan ke kepala desa. Saya bilang, rakyat jangan dibebani," tegasnya.

        Tapi, ia mengaku di tengah performa program Kopdes yang sedang moncer, Budi Arie justru terkena reshuffle oleh Presiden Prabowo. Menariknya, keputusan pencopotan tersebut rupanya sempat memunculkan tanda tanya di kalangan elit istana, termasuk dari putra sulung Jokowi juga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Meski program yang ia jalankan sedang bagus-bagusnya, Budi menegaskan dirinya menerima keputusan tersebut dengan lapang dada tanpa syarat.

        "Pak Jokowi tanya kenapa di-reshuffle kan Kopdes lagi bagus-bagusnya? Tapi saya bilang itu hak prerogatif Presiden. Wapres juga sempat tanya kenapa, saya jawab ya enggak tahu. Saya legowo kok," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: