Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pecah Kemacetan Ketapang, Kemenhub Buka Opsi Angkutan Logistik Rute Tanjung Wangi-Lembar

        Pecah Kemacetan Ketapang, Kemenhub Buka Opsi Angkutan Logistik Rute Tanjung Wangi-Lembar Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mendorong opsi membuka angkutan logistik di jalur penyeberangan untuk rute Banyuwangi-Lombok via Tanjung Wangi-Lembar. Sehingga truk-truk logistik yang hendak ke Pulau Lombok tidak perlu transit di Pulau Bali via jalur Ketapang-Gilimanuk.

        Opsi ini dibuka lantaran Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi kini mengalami kemacetan panjang imbas lonjakan antrian angkutan logistik yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali.

        Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub Samsuddin menilai, salah satu alternatifnya memang membuka rute logistik Tanjung Wangi-Lembar, sehingga kapal bermuatan angkutan logistik tidak perlu berbelok ke Gilimanuk.

        "Ternyata muatan yang dari Tanjung Wangi ke Gilimanuk itu tidak seluruhnya untuk kebutuhan di Pulau Bali. Itu digunakan hanya transit untuk kemudian menyeberang lagi ke Lombok, Lembar. Nah, ini juga yang menyebabkan antriannya itu semakin banyak," ujar Samsuddin di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

        Hanya saja, ia tidak memungkiri bahwa ketersediaan armada saat ini belum terlalu banyak, di samping kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk yang juga kecil untuk menampung kendaraan bertonase besar.

        "Namun demikian, kami di anggaran 2027 itu juga ada anggaran untuk penambahan kapasitas dermaga," imbuh Samsuddin. Kendati begitu, ia belum merinci berapa besaran alokasi anggaran terkait.

        Lebih lanjut, Samsuddin juga menyoroti antrian menuju Ketapang yang terjadi akibat banyak truk yang enggan parkir di dalam pelabuhan. Sehingga banyak kendaraan besar memilih menepi di pinggir jalan untuk menghindari pengenaan tarif parkir.

        Baca Juga: ASDP Bongkar Biang Kerok Kemacetan di Ketapang Akibat Truk ODOL Menumpuk

        Baca Juga: Kemenhub Perpanjang Penutupan 8 Bandara Akibat Erupsi Anak Krakatau, 170.000 Penumpang Terdampak

        Baca Juga: Soal Nasib Tiket Penumpang Usai Bandara Ditutup Imbas Erupsi, Ini Kata Kemenhub

        "Kalau dimampatkan maksimal ke dalam pelabuhan, sebetulnya antriannya bisa berkurang. Tapi karena lebih memilih, daripada kena bayar lagi, akhirnya semua di pinggir jalan. Sementara jalannya juga cuma berapa? Bisa hanya dua kendaraan lewat di situ," bebernya.

        Oleh karenanya, ia mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku pengelola Pelabuhan Ketapang untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat dalam menyediakan kawasan penyangga (buffer zone) sebagai tempat parkir truk logistik.

        "Jadi memang harus ada kerjasama dengan semua pihak. Mungkin dengan Pemda juga bisa menyediakan lahan misalnya untuk buffer zone," pungkas Samsuddin.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: