Pemenang Greenovation 2026 Resmi Terpilih, Ratusan Pekerja Tambang Unjuk Inovasi Rendah Karbon
Kredit Foto: Istimewa
Kegiatan Green Mining Innovation Challenge (Greenovation) 2026 resmi memilih para pemenang. Ajang tersebut menjadi wadah bagi para profesional di industri pertambangan untuk menghadirkan solusi inovatif bagi operasional tambang yang lebih rendah karbon.
CEO SUN Mobility, Karina Darmawan, mengatakan animo peserta untuk mengikuti ajang Greenovation 2026 sangat tinggi. Ia mengatakan bahwa kompetisi Greenovation 2026 berhasil menjaring lebih dari 100 tim peserta.
"Animo peserta dari lapangan ternyata sangat tinggi untuk mengikuti kompetisi skala nasional ini," katanya pada acara Greenovation Judging & Awarding Day 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Karina menambahkan, ekosistem kolaborasi yang dibangun lewat SUN Greenovation turut melibatkan regulator dan kalangan akademisi, bukan sekadar pelaku industri.
"Dukungan penuh manajemen pun didorong agar ide-ide terpilih bisa segera memasuki tahap uji coba," tegasnya.
Greenovation 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) bersama dengan SUN. Kompetisi strategis di industri pertambangan ini dirancang untuk mempercepat lahirnya operasional tambang yang rendah karbon, lebih efisien, dan berdaya saing global.
Kompetisi ini mendorong peserta untuk tidak hanya menghasilkan ide, tetapi juga menawarkan solusi yang praktis, dapat diterapkan, dan memiliki dampak nyata terhadap efisiensi operasional serta pengurangan emisi di sektor pertambangan.
Greenovation 2026 berfokus pada dua area transformasi utama yakni (1) Optimasi Bauran Energi & Efisiensi Operasional Tambang dan (2 Elektrifikasi Kendaraan & Alat Berat Tambang.
Adapun, dua tim keluar sebagai Gold Winner di masing-masing kategori. Untuk kategori Electrification of Mining Vehicles & Heavy Equipment, gelar juara diraih Bravo Team dari PT Borneo Indobara.
Sementara di kategori Energy Mix Optimization & Mining Operational Efficiency, N-ZERO Squad dari PT Adaro Indonesia tampil sebagai pemenang.
CEO SUN Energy, Jefferson Kuesar, mengatakan pendampingan dari SUN Group tetap berlanjut usai kompetisi, mulai dari konsultasi teknis lanjutan hingga dukungan mempercepat realisasi ide ke tahap pilot project.
Dukungan tersebut sejalan dengan target scale-up masif yang dicanangkan pada tahun 2027 mendatang, ketika hasil pilot project tahun ini diharapkan sudah bisa direplikasi ke berbagai lokasi tambang.
"Dengan kata lain, ide yang menang tidak dibiarkan berhenti di atas panggung, melainkan dikawal sampai benar-benar diuji coba di lapangan," pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Redaksi
Tag Terkait: