Kredit Foto: Ist
Akademisi sekaligus Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam, Hasyim Muhammad, meyakini secara pribadi Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo tidak keberatan jika dijadikan wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Namun, menurutnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak akan merestui hal tersebut. Karena itulah, Prabowo akhirnya memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.
"Saya yakin, Pak Ganjar Pranowo pribadi pun sebenarnya tidak masalah jika digandengkan sebagai wapresnya Pak Prabowo. Namun karena Megawati nggak mau kadernya dijadikan wapres, maka Gibran terpaksa dikeluarkan," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (13/9).
Ia menambahkan, sikap Megawati menunjukkan watak arogan PDIP.
"Makanya saya selalu bilang bahwa PDIP itu arogan. Harus dirinya yang di atas," imbuhnya.
Hasyim juga mengingatkan bahwa Megawati pernah berjanji mendukung Prabowo sebagai capres pada 2014 melalui Perjanjian Batutulis. Meski perjanjian itu sudah tidak berlaku, menurutnya hal tersebut membuktikan bahwa PDIP sebenarnya bisa saja mendukung capres dari partai lain.
K"alau ada pendukung PDIP bilang, "Buat apa mendirikan Parpol kalau bukan untuk mencalonkan kadernya?" Maka silakan tanya ke Megawati saat itu kenapa menjanjikan akan dukung Prabowo jadi capres 2014 ketika minta dukungan Gerindra di 2009," ujarnya.
Baca Juga: PDIP Belum Aktif Sambut Pilpres 2029, Ini Kata Ganjar Pranowo
Hasyim menegaskan, alasan Gibran bisa menjadi wapres saat ini tidak lepas dari sikap Megawati yang mengharuskan kader PDIP maju sebagai capres.
"Jadi kalau Anda tanya kenapa bisa Gibran bisa jadi wapres saat ini, itu semua gara-gara Megawati yang sekarang mengharuskan kader PDIP yang jadi capres," tandasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: