Kredit Foto: Istimewa
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan tidak lagi memiliki kepentingan politik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah mengatakan hubungan politik partainya dengan mantan presiden itu kini sudah berada di jalan yang berbeda.
Baca Juga: PSI: Selama Pak Jokowi Tidak Menanggapi, Itu Artinya Tidak Penting
Menurutnya, partainya memilih untuk fokus menjalankan agenda internal partai sesuai arahan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Kita sudah bersimpang jalan secara politik, berbeda sudah. PDIP tetap teguh pada pendiriannya. Kita tidak pernah lagi berpikir Pak Jokowi. Kita tidak pernah lagi berpikir tentang siapa pun,” ujar Said, dikutip Selasa (15/9/2026).
Said menegaskan bahwa partainya saat ini memiliki fokus sendiri untuk menghadapi perjalanan politik ke depan. Ia mengatakan jajaran partai tidak ingin terus terseret ke dalam pembahasan mengenai tokoh yang sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDIP.
Menurut Said, Jokowi sendiri telah diberhentikan dari keanggotaan PDIP. Karena itu, ia menilai partai tidak perlu kembali menjadikan persoalan Jokowi sebagai perhatian utama.
“Bagaimana kita mengawal partai ini ke depan, itu perintah Ibu Ketua Umum,” kata Said.
Ia menegaskan kader partainya harus mengikuti garis politik yang telah ditetapkan partai dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Hubungan antara Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo (Jokowi) diketahui diwarnai dinamika pasang surut, terutama menjelang dan setelah Pemilu 2024.
Padahal Jokowi dan Megawati sendiri pernah memiliki relasi yang sangat dekat sebagai kader dan pengusung utama dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Megawati dan partainya merupakan pihak yang mengusung Jokowi dua kali pada Pilpres 2014 dan 2019, serta Pilkada DKI Jakarta 2012.
Baca Juga: Dokter Tifa Prediksi Prabowo Akan Mundur dengan Alasan Kesehatan, Penggantinya Nanti Adalah...
Namun relasi mulai merenggang menjelang akhir masa pemerintahan mantan presiden itu, terutama akibat perbedaan pilihan politik dan arah dukungan pada Pilpres 2024.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar