Militer Tak Mempan, AS Mulai 'Iming-Imingi' Iran dengan Bahan Baku Nuklir dan Kebebasan Akses Internasional
Kredit Foto: Reuters
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menawarkan pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir kepada Iran jika Teheran bersedia menghentikan program senjata nuklirnya.
Tawaran tersebut disampaikan Menteri Energi AS Chris Wright di tengah meningkatnya ancaman militer Washington terhadap Iran dan pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kemungkinan penguasaan cadangan minyak Iran pada Selasa, 15 September 2026.
Wright mengatakan, Amerika Serikat dapat menyediakan bahan bakar nuklir dari luar negeri sebagai bagian dari upaya mendorong Teheran menyelesaikan sengketa nuklir dengan komunitas internasional.
"Kita bisa memasok bahan bakar dari luar negeri," kata Wright.
Menurut Wright, penghentian program senjata nuklir akan membuka peluang bagi Iran untuk kembali membangun hubungan dengan komunitas internasional.
"Mereka bisa bergabung lagi dengan komunitas bangsa-bangsa dan membawa perdamaian serta kemakmuran bagi rakyat mereka," ujarnya.
Di sisi lain, disebut adanya ancaman aksi militer AS terhadap fasilitas bawah tanah di dekat kompleks Natanz. Ancaman tersebut dikaitkan dengan peningkatan aktivitas konstruksi di kawasan tersebut.
Ketegangan antara AS dan Iran juga berlangsung di tengah konflik yang disebut dalam uraian meningkat setelah serangan AS dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian merespons dengan membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Langkah tersebut disebut mendorong harga minyak dunia menembus level 100 dolar AS per barel. Harga WTI berada di posisi 102,39 dolar AS per barel, sementara Brent mencapai 107,11 dolar AS per barel.
Di tengah kebuntuan diplomasi dan pembicaraan pelayaran Oman-Iran, Trump juga menyinggung kemungkinan penempatan pasukan AS di Iran untuk mengontrol komoditas minyak.
"Kita mungkin akan segera menyerang Pickaxe," kata Trump.
Trump juga menyatakan kemungkinan AS menguasai aset minyak Iran sebagai bentuk pemulihan biaya operasi militer.
"Pada akhirnya kita akan keluar (dari Iran), kecuali jika kita memutuskan untuk tetap bertahan dan menguasai minyaknya seperti di Venezuela," ujar Trump.
Trump turut meminta negara-negara yang menggunakan jalur Selat Hormuz tetapi tidak memberikan bantuan militer untuk membayar biaya pengamanan navigasi laut yang ditanggung AS.
Baca Juga: Trump Buka Pintu Negosiasi, Iran Justru Mengancam: Tidak Ada Pembicaraan!
"Minyak mengalir melalui Selat Hormuz. Negara-negara di dunia, yang sama sekali tidak membantu kami, seharusnya, dan akan, mengganti rugi kepada Amerika Serikat ketika konflik yang penuh tipu daya ini berakhir," katanya.
Sementara itu, Pemerintah Venezuela menegaskan kesepakatan alokasi produksi minyak dengan AS tidak menghilangkan kedaulatan negara tersebut atas industri strategisnya.
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan Caracas tetap memegang hak milik penuh atas industri minyaknya dalam kesepakatan yang disebut bernilai 209 miliar dolar AS per tahun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: