Polemik Keracunan Makan Bergizi Gratis, Galau CELIOS Estimasi 50 Ribu Korban, Gerindra: Angkanya Tak Masuk Akal!
Kredit Foto: Reuters
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam menyusul rentetan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa.
Isu ini memicu polemik baru setelah muncul perdebatan sengit antara lembaga riset CELIOS dan Partai Gerindra terkait validitas data jumlah korban keracunan.
Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Galau D. Muhammad, membeberkan temuan mengejutkan terkait eskalasi kasus keracunan makanan dalam program tersebut.
Berdasarkan hasil kajian dan riset berbasis bukti, CELIOS mengestimasi akumulasi korban keracunan MBG di berbagai daerah telah menyentuh angka sekitar 50.000 jiwa.
Galau menekankan bahwa temuan ini harus menjadi alarm darurat bagi pemerintah.
"Masalah keracunan makanan dalam program MBG ini adalah isu yang sangat serius. Ini memerlukan pembenahan tata kelola yang menyeluruh serta pengawasan ketat di lapangan agar tidak terus berulang,” tegasnya.
Klaim dari CELIOS tersebut langsung mendapat respons keras dari Partai Gerindra, partai pengusung utama program MBG.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, secara terbuka meragukan dan mempertanyakan akurasi data puluhan ribu korban yang disajikan oleh CELIOS.
Sugiat menuntut CELIOS untuk memberikan klarifikasi transparan mengenai metode pengambilan data tersebut. Ia juga mempertanyakan detail operasional di lapangan yang menjadi sampel riset.
“Kami mempertanyakan kebenaran data 50.000 korban keracunan tersebut. Dari mana asal angkanya? Berapa jumlah dapur yang terlibat sehingga bisa muncul data sebesar itu?” cecar Sugiat.
Lebih lanjut, ia menyatakan keberatannya atas rilis data tersebut karena dinilai tendensius. “Bagi kami, angka tersebut sangat tidak masuk akal,” pungkasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat