Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Hotel Platinum Klaim Biaya Energi Hemat 30% Usai Beralih ke CNG Gaslink

        Hotel Platinum Klaim Biaya Energi Hemat 30% Usai Beralih ke CNG Gaslink Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Yogyakarta -

        Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta mencatat penghematan biaya energi hingga 20%-30% per bulan setelah beralih dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) Gaslink, produk gas bumi dari PT Gagas Energi Indonesia yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina (PGN). 

        Penggunaan CNG di hotel tersebut telah berjalan sekitar enam bulan dan saat ini mencapai 1.200-1.500 meter kubik (m³) per bulan.

        Chief Engineering Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta, Yudi, mengatakan CNG digunakan untuk kebutuhan kitchen dengan konsumsi rata-rata sekitar 40-60 m³ per hari. Sementara itu, kebutuhan energi untuk laundry masih menggunakan listrik.

        “Untuk secara pemakaian, itu kalau kita rupiahkan itu cukup hemat dari sebelumnya. Penghematannya sekitar 20 sampai 30 persen,” kata Yudi di Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

        Sebelum menggunakan CNG, Hotel Platinum Adisucipto mengandalkan LPG dengan konsumsi sekitar 1.500 kilogram. Menurut Yudi, selain biaya bahan bakar yang lebih rendah, penggunaan CNG membuat operasional pengadaan gas menjadi lebih practical.

        Hotel tersebut menggunakan tujuh tabung CNG. Pengisian ulang umumnya dilakukan setiap dua hari sekali, tetapi frekuensinya dapat meningkat ketika okupansi hotel atau kegiatan seperti event sedang tinggi.

        “Jadi kita ada grup, grup konsumen sama CNG. Jadi kita ada grup di WA, jadi setiap jam 12 malam itu kita report berapa persen tabung yang terisi. Jadi katakan yang isi 7, yang isi 3, atau yang kosong 4, itu otomatis dari pihak CNG sendiri datang langsung untuk mengisi ulang,” ujar Yudi.

        Sistem tersebut membuat hotel tidak perlu melakukan pemesanan gas setiap hari seperti ketika masih menggunakan LPG. Pengisian juga mengikuti konsumsi yang tercatat pada meter.

        Area Head Jogja PT Gagas Energi Indonesia Miranti Dia Pramesti mengatakan pengisian CNG dilakukan oleh operator Gagas dan dipantau melalui sistem operasional selama 24 jam. Armada pengiriman juga berkeliling setiap hari di wilayah Yogyakarta untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan.

        “Jadi kalau pelanggan itu hanya istilahnya pakai gasnya aja lah gitu. Operator nanti yang akan melakukan pengisian. Terus yang kedua, dimonitor oleh tim. Jadi untuk pengiriman itu kita ada dispatcher kita yang 24 jam untuk mengawasi pemakaian pelanggan,” sebut Miranti.

        Menurut Yudi, perpindahan ke CNG juga berdampak pada kualitas api saat digunakan untuk memasak. Api yang dihasilkan dinilai lebih biru sehingga peralatan kitchen lebih bersih dibandingkan saat menggunakan LPG.

        “Dan kami pemakaiannya juga cukup bagus, hasil apinya juga cukup bagus. Sebelumnya kurang biru, sekarang jauh lebih biru,” sambungnya.

        Kondisi tersebut, lanjut Yudi, turut mengurangi kebutuhan pembersihan peralatan menggunakan bahan kimia. Peralatan yang lebih bersih juga dinilai dapat membantu memperpanjang usia penggunaannya

        “Kalau pakai LPG itu bisa lebih parah untuk alat, lebih gampang gosong. Kalau pakai CNG 10 persen lebih gampang... apa lebih aman? Lebih aman, karena kan alatnya bersih kan enggak perlu chemical lagi. Ya perlu pun sedikitlah,” kata Yudi.

        Dari sisi investasi, konversi ke CNG tidak membuat seluruh instalasi hotel harus diganti. Pipa yang sebelumnya digunakan masih dapat dimanfaatkan, sedangkan penyesuaian dilakukan pada bagian tertentu dari peralatan kitchen untuk menyesuaikan tekanan gas.

        Yudi memperkirakan biaya penyesuaian peralatan sekitar 50% dibandingkan investasi sebelumnya karena tidak seluruh perangkat harus diganti. Pengeluaran tersebut, menurut dia, terbantu oleh penghematan operasional yang diperoleh setiap bulan.

        “Jadi investasi yang kami kerja sama dengan CNG ini otomatis terbantu dengan kita setiap bulan itu ada saving. Sebelum hari ini jangka panjang pastinya juga membantu operasional hotel juga,” ujarnya.

        Enam Hotel Platinum Pakai CNG

        Penggunaan CNG tidak hanya dilakukan di Hotel Platinum Adisucipto. Miranti mengatakan sejumlah hotel dalam Platinum Group di berbagai daerah juga telah menjadi pelanggan Gagas.

        “Tapi untuk grup Platinum yang lain memang sudah menjadi pelanggan kita semua sih di beberapa titik lokasi di Indonesia. Mulai dari di Bali, Surabaya, dan Balikpapan sama di Jogja, seperti itu,” beber Miranti.

        Yudi mengatakan terdapat enam hotel dalam Platinum Group yang saat ini telah menggunakan CNG. Adopsi tersebut menjadi salah satu sumber informasi antarunit sebelum Hotel Platinum Adisucipto memutuskan melakukan konversi dari LPG.

        “Kita infonya antar unit. Jadi kita kan ada tadi disampaikan Mbak Miranti, ada 6 unit Platinum Group, nah kita itu saling berkomunikasi,” tandas Yudi.

        Baca Juga: PGN Perluas Layanan CNG di Yogyakarta dan Sekitarnya

        Baca Juga: CNG Merah Putih Diam-diam Hasil Impor dari China, Padahal untuk Gantikan LPG 3 Kg

        Untuk pelanggan retail, Miranti menyebut harga CNG Gaslink berada pada kisaran Rp13.500-Rp15.000 per m³. Harga tersebut merupakan kisaran harga retail, dengan struktur biaya yang juga mempertimbangkan aspek logistik dan ketentuan kontrak pelanggan.

        Gagas sendiri melakukan survei sebelum melayani pelanggan baru, termasuk melihat kebutuhan volume, lokasi, instalasi yang tersedia, serta jumlah peralatan yang akan dikonversi. Miranti menyebut pelanggan retail memiliki kebutuhan minimum sekitar 500 m³ per bulan.

        Di Yogyakarta, Gagas melayani pelanggan dari sejumlah sektor, termasuk hotel, rumah makan, dan industri yang belum terjangkau jaringan pipa gas. Penggunaan CNG menjadi salah satu opsi untuk pelanggan yang membutuhkan pasokan gas bumi di luar jaringan pipa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: