- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Haji Isam Siap Akuisisi 10 Miliar Saham BYAN Milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low
Kredit Foto: Instagram @sekretariat.kabinet
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengungkap secara terbuka rencana pengalihan 10.000.000.500 saham perseroan milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Rencana transaksi tersebut terungkap setelah Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Sale and Purchase Agreement) dengan Jhonlin Baratama selaku pembeli pada 16 September 2026.
Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan, perjanjian tersebut telah ditandatangani oleh kedua pihak pada tanggal tersebut.
“Bapak Low Tuck Kwong dan Ibu Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada tanggal 16 September 2026,” ujar Jenny dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan perjanjian itu, sebanyak 10.000.000.500 saham biasa BYAN akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama. Namun, transaksi belum dapat diselesaikan karena masih menunggu terpenuhinya sejumlah kondisi pendahuluan yang telah disepakati kedua pihak.
Jika seluruh persyaratan tersebut terpenuhi dan transaksi rampung, Jhonlin Baratama akan menguasai 10.000.000.500 saham BYAN.
Jhonlin Baratama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan dan produksi batu bara yang berbasis di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Jhonlin Group milik Haji Isam.
Baca Juga: Kembali Diperdagangkan, Saham Emiten Haji Isam (PACK) Langsung Melejit 9,82%
Baca Juga: Sempat Disuspensi, BEI Kembali Buka Perdagangan Saham Emiten Haji Isam
Baca Juga: Saham Bayan Resources (BYAN) Anjlok Tajam akibat Force Majeure 3 Anak Usaha
Rencana pengalihan saham ini menjadi perkembangan baru di tengah kabar mengenai potensi masuknya kelompok usaha Haji Isam ke BYAN. Sebelumnya, pasar diramaikan informasi mengenai rencana akuisisi atau pengambilalihan saham BYAN oleh konsorsium yang dikaitkan dengan Haji Isam.
Meski demikian, transaksi 10 miliar saham tersebut belum final. Kesepakatan yang diteken masih bersifat bersyarat dan penyelesaiannya bergantung pada pemenuhan seluruh kondisi pendahuluan yang telah ditetapkan.
Saham BYAN Masih Fluktuatif
Di pasar modal, saham BYAN ditutup menguat 1,54% ke level Rp11.525 per saham pada perdagangan Kamis (17/9/2026).
Namun, dalam sepekan terakhir saham BYAN masih terkoreksi 12,02%. Secara year to date (YTD), saham BYAN juga tercatat turun 26,59%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: