Buka Akses Mahasiswa ke Berbagai Negara, President University Jalin Mitra dengan Perguruan Tinggi di Jepang hingga Jerman
Kredit Foto: Istimewa
Internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya ditandai oleh kehadiran mahasiswa asing di dalam kampus. President University juga mendorong mahasiswa Indonesia memperoleh pengalaman akademik di luar negeri melalui berbagai program mobilitas internasional.
Upaya tersebut dijalankan melalui keseimbangan program inbound dan outbound. Melalui skema inbound, mahasiswa dari berbagai negara datang untuk belajar di President University, sementara program outbound memberikan kesempatan kepada mahasiswa President University untuk mengikuti kegiatan akademik di universitas mitra di luar negeri.
President University saat ini memiliki mahasiswa dan alumni dari 52 negara. Lingkungan tersebut dipadukan dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, kemitraan dengan institusi pendidikan dan industri global, serta berbagai program internasional.
Untuk mengelola berbagai aktivitas tersebut, President University memiliki International Office. Unit ini mendampingi mahasiswa internasional sejak proses penerimaan, administrasi dan legalitas, orientasi, hingga masa adaptasi selama menjalani studi di Indonesia.
International Office juga membantu mahasiswa President University yang mengikuti program outbound, termasuk dalam memilih universitas tujuan, menyelaraskan mata kuliah, mengurus dokumen, serta mempersiapkan keberangkatan.
President University juga berpartisipasi dalam berbagai program mobilitas dan beasiswa internasional. Di antaranya melalui kolaborasi dalam program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Hyundai CMK Global Scholarship.
Sementara melalui The Indonesian AID Scholarship (TIAS), President University menerima mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Program mobilitas akademik telah membawa mahasiswa President University ke sejumlah negara, antara lain Austria, China, Italia, Jepang, Kazakhstan, Korea Selatan, Malaysia, Republik Ceko, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Ukraina.
Sejumlah universitas yang menjadi tujuan mobilitas tersebut antara lain Seoul National University dan Yonsei University di Korea Selatan, Technical University of Munich (TUM) Asia di Singapura, University of Padova di Italia, serta Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) di Jepang.
Sepanjang 2025 hingga 2026, President University telah mengirimkan ratusan mahasiswa untuk mengikuti berbagai program outbound di universitas mitra luar negeri. Pada periode yang sama, kampus tersebut juga menerima mahasiswa dari Amerika Serikat, Brasil, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan lebih dari 20 negara lainnya melalui berbagai skema inbound.
Wakil Rektor Akademik, Riset, dan Inovasi President University Dr. Adhi Setyo Santoso mengatakan pengalaman internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan mahasiswa untuk berinteraksi di lingkungan global.
Menurut dia, berbagai peluang mobilitas internasional diberikan untuk membantu mahasiswa memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan, dan membangun pengalaman yang mendukung daya saing mereka di tingkat global.
Selain pengalaman akademik, program mobility dinilai memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami budaya berbeda, membangun jejaring internasional, serta mengembangkan kemampuan adaptasi dan komunikasi lintas budaya.
Kemampuan tersebut juga didukung penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan akademik di President University. Mahasiswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam perkuliahan, diskusi, presentasi, hingga kegiatan kolaboratif.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan lebih siap mengikuti program mobilitas dan berinteraksi dalam lingkungan akademik di negara tujuan.
President University menilai mobilitas akademik dua arah menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang berorientasi global. Internasionalisasi tidak hanya dilakukan dengan membawa mahasiswa dari berbagai negara ke Indonesia, tetapi juga dengan membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: