Beda Data, Pentagon Sebut Jumlah Korban AS Saat Perang Iran Lebih Sedikit
Kredit Foto: Antara/Budi Candra Setya
Jumlah prajurit Amerika Serikat yang tewas sejak konflik dengan Iran pecah pada 28 Februari 2026 disebut lebih tinggi dibandingkan angka yang tercantum dalam basis data publik Pentagon.
Laporan The Washington Post, berdasarkan keterangan enam pejabat AS yang mengetahui data internal Departemen Pertahanan, menyebut sedikitnya 22 anggota militer AS telah meninggal. Angka tersebut empat orang lebih banyak dibandingkan 18 kematian yang tercatat dalam Defense Casualty Analysis System (DCAS) Pentagon.
Menurut laporan tersebut, setidaknya empat kematian prajurit belum tercantum dalam basis data publik Pentagon. Dua di antaranya adalah Mayor Sorffly Davius yang meninggal di Kuwait pada 6 Maret dan Sersan Devin Seibel yang tewas di Irak pada 31 Mei.
Selain personel militer, tiga kontraktor asal AS juga dilaporkan meninggal di kawasan Timur Tengah sejak operasi tempur dimulai. Tidak seluruh kematian yang belum tercatat disebut berkaitan langsung dengan pertempuran, tetapi melibatkan personel AS yang berada di kawasan tersebut selama konflik berlangsung.
Baca Juga: Bank Sentral Iran Mulai Lirik Kripto untuk Pembayaran Ekspor
Sementara itu, data publik Pentagon mencatat 18 kematian dan lebih dari 820 personel terluka. Sebanyak 14 kematian masuk dalam kategori Operation Epic Fury, sedangkan empat lainnya dicatat dalam kategori Overseas Operations setelah gencatan senjata pada 7 Juli.
Departemen Perang AS belum memberikan penjelasan resmi mengenai perbedaan angka tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: