Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kejar Target 1 Juta Bibit, IWIP dan WBN Perluas Program Mangrove

        Kejar Target 1 Juta Bibit, IWIP dan WBN Perluas Program Mangrove Kredit Foto: IWIP
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama PT Weda Bay Nickel (WBN) memperluas program rehabilitasi mangrove di Maluku Utara dengan target penanaman 1 juta bibit secara bertahap.

        Program yang telah berjalan sejak 2024 tersebut kini menyasar Desa Sil dan Desa Sowoli, Kabupaten Halmahera Timur, setelah sebelumnya dikembangkan di Desa Kobe, Kabupaten Halmahera Tengah. Hingga September 2026, IWIP dan WBN mencatat 36.500 bibit mangrove telah ditanam di sejumlah lokasi rehabilitasi.

        Deputy Manager Hubungan Eksternal IWIP Fuad Albar mengatakan rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari roadmap IWIP dan WBN untuk mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.

        “Melalui program rehabilitasi mangrove, kami ingin memastikan kawasan yang direhabilitasi dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir dalam jangka panjang. Karena itu, prosesnya tidak berhenti pada penanaman, tetapi mencakup pembibitan, pemeliharaan, dan pemantauan, dengan melibatkan masyarakat,” ujar Fuad dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).

        Dalam perluasan program, IWIP dan WBN menyesuaikan metode rehabilitasi dengan karakteristik setiap kawasan. Penyesuaian meliputi kondisi lahan, pemilihan jenis mangrove, teknik penanaman, hingga metode pemeliharaan.

        Pendekatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang pertumbuhan bibit sekaligus memastikan kawasan yang telah direhabilitasi dapat dikelola secara berkelanjutan.

        IWIP dan WBN juga mengembangkan sistem pembibitan di tingkat desa untuk menjaga ketersediaan bibit. Bibit dari Desa Kobe dimanfaatkan untuk mendukung penanaman di Desa Sil dan Desa Sowoli.

        Selanjutnya, nursery di kedua desa tersebut akan dikembangkan sebagai sumber bibit untuk lokasi rehabilitasi berikutnya. Penyediaan bibit dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), dengan menyesuaikan jenis serta kebutuhan bibit terhadap karakteristik masing-masing wilayah.

        Program rehabilitasi juga melibatkan masyarakat setempat dalam berbagai tahapan, mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga pemantauan pertumbuhan mangrove.

        Selain mendukung kegiatan rehabilitasi lingkungan, keterlibatan masyarakat membuka kesempatan kerja serta memberikan pengalaman dan keterampilan dalam pengelolaan mangrove. Para pekerja yang terlibat juga memperoleh perlindungan BPJS selama program berlangsung.

        Kepala Desa Sowoli Rudi Manan mengapresiasi dukungan IWIP melalui program rehabilitasi mangrove di wilayahnya.

        “Kami berterima kasih kepada IWIP yang telah menjadikan Desa Sowoli sebagai salah satu penerima manfaat program penanaman mangrove. Kami siap mendukung penuh program ini dan berharap kerja sama serupa dapat terus dilakukan, tidak hanya di bidang lingkungan, tetapi juga di sektor lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat program perluasan penanaman mangrove di Desa Sowoli dimulai pada 9 November 2025.

        Ke depan, IWIP dan WBN akan memperluas lokasi rehabilitasi secara bertahap untuk mengejar target 1 juta bibit mangrove. Penguatan sistem pembibitan, pemeliharaan, pemantauan pertumbuhan tanaman, serta pelibatan masyarakat menjadi bagian dari pengembangan program tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: