Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Haji Isam Gadaikan Seluruh Saham JARR dan PGUN di Tengah Akuisisi BYAN

        Haji Isam Gadaikan Seluruh Saham JARR dan PGUN di Tengah Akuisisi BYAN Kredit Foto: Ilustraasi AI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam melalui kelompok usahanya menggadaikan seluruh saham pengendali di PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Aksi tersebut terjadi bersamaan dengan rencana akuisisi sekitar 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

        Berdasarkan keterbukaan informasi JARR dan PGUN tertanggal 7 Oktober 2026, total saham yang dijaminkan mencapai sekitar 10,2 miliar saham.

        Di JARR, sebanyak 7.997.556.204 saham milik PT Eshan Agro Sentosa yang merupakan pengendali perseroan digadaikan kepada Bank Mandiri. Jumlah tersebut setara dengan 100% kepemilikan Eshan Agro Sentosa di JARR.

        Sementara itu, di PGUN, sebanyak 2.205.667.896 saham milik PT Araya Agro Lestari juga digadaikan kepada Bank Mandiri. Saham tersebut mencakup 100% kepemilikan Araya Agro Lestari selaku pengendali PGUN.

        Dengan demikian, total saham pengendali JARR dan PGUN yang dijadikan jaminan mencapai 10.203.224.100 saham.

        Kedua aksi gadai saham tersebut dilakukan pada 30 September 2026. Dalam keterbukaan informasi JARR, gadai saham menjadi bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perseroan dari Bank Mandiri.

        Sedangkan pada PGUN, gadai saham merupakan bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perseroan dari Bank Mandiri.

        Meski terjadi di tengah rencana masuknya Haji Isam ke BYAN, dokumen keterbukaan informasi JARR dan PGUN tidak menyebut bahwa saham tersebut digadaikan secara khusus untuk membiayai akuisisi BYAN.

        Di Tengah Transaksi Jumbo BYAN

        Pada saat yang sama, Jhonlin Baratama, kendaraan investasi yang digunakan dalam rencana akuisisi BYAN, akan mengambil 10.084.088.370 saham atau sekitar 30,25% saham beredar Bayan Resources.

        Pelaksanaan transaksi tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan (conditions precedent).

        Di lantai bursa, BYAN juga mencatat transaksi tutup sendiri atau crossing dalam jumlah jumbo pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Berdasarkan data yang diberikan, sekitar 10,08 miliar saham BYAN ditransaksikan melalui pasar negosiasi dengan harga pelaksanaan Rp2.588 per saham dalam tiga tahapan.

        Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp26,1 triliun.

        Harga pelaksanaan crossing Rp2.588 per saham juga jauh di bawah harga perdagangan BYAN di pasar reguler yang pada pembukaan perdagangan berada di level Rp13.450 per saham.

        Rencana akuisisi BYAN sebelumnya dituangkan dalam perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional share purchase agreement/CSPA) yang ditandatangani pada 16 September 2026. Dalam perkembangan terbaru, jumlah saham yang akan diambil Jhonlin Baratama meningkat menjadi 10.084.088.370 saham.

        Setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi, Jhonlin Baratama akan memegang sekitar 30,25% saham BYAN.

        Baca Juga: Haji Isam Perbesar Kepemilkan, Saham BYAN Mendadak Terjun Bebas

        Baca Juga: Haji Isam Tambah Borong Saham BYAN, Porsinya Makin Jumbo

        Baca Juga: Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk?

        Dalam dokumen JARR, perseroan menegaskan bahwa gadai saham tersebut tidak mengubah pengendalian perusahaan. PT Eshan Agro Sentosa tetap menjadi pengendali dan transaksi tersebut tidak menyebabkan dilusi maupun perubahan jumlah modal ditempatkan dan modal disetor.

        Hal serupa disampaikan PGUN. PT Araya Agro Lestari tetap menjadi pengendali dan gadai saham tidak menyebabkan perubahan pengendalian, dilusi kepemilikan, maupun perubahan modal perseroan.

        Dengan demikian, aksi gadai saham tersebut menjadi bagian penting dari struktur pendanaan dan jaminan kelompok usaha yang berlangsung bersamaan dengan manuver akuisisi saham jumbo BYAN, meskipun keterbukaan informasi kedua emiten belum mengaitkan secara langsung fasilitas kredit tersebut dengan pembelian saham BYAN.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: