Tak Perlu Etika, Rocky Gerung di Wantimpres Tegaskan Tak Akan Berbasa-basi dengan Prabowo
Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Pengamat politik Rocky Gerung menegaskan akan tetap mempertahankan sikap kritisnya meski kini menjabat di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ia menyatakan jabatan tersebut tidak akan mengubah cara berpikir maupun gaya komunikasinya saat memberikan masukan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Rocky saat berbincang dengan Akbar Faizal dalam tayangan YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Kamis (8/10/2026). Ia menepis anggapan bahwa masuk ke lingkaran pemerintahan akan membuatnya kehilangan independensi dalam menyampaikan pandangan.
“Enggak mungkin saya ubah identitas psikologi saya atau mode of thought (cara berpikir) saya hanya karena ada jabatan Wantimpres,” ujar Rocky.
Ia mengklaim telah memiliki kesepahaman dengan Prabowo mengenai kebebasannya dalam menyampaikan kritik. Rocky mengatakan, Presiden memahami karakter dan cara berpikirnya sehingga ia tidak merasa perlu mengubah gaya komunikasinya ketika memberikan masukan.
“Oh, nanti Prabowo tersinggung? Enggak akan bakal, karena perjanjian saya dengan presiden begitu. Saya boleh ngomong apa aja, sama seperti saya menulis paper akademis,” katanya.
Rocky juga menilai kebiasaan menyaring pemikiran demi menjaga perasaan atasan dapat mengganggu kejernihan logika. Karena itu, ia memastikan tidak akan mengedepankan basa-basi ketika menyampaikan pandangan kepada Presiden.
“Begitu saya mulai edit (pikiran), logika saya mulai mengganggu saya sendiri. Itu artinya saya akan ada gangguan pencernaan kalau harus berbohong pada logika saya. Tidak mungkin. Jadi enggak akan ada basa-basi di situ,” ujarnya.
Menurut Rocky, Prabowo mengetahui latar belakangnya sebagai analis, kritikus, dan akademisi. Ia menilai peran tersebut tetap harus dijalankan meski dirinya kini berada di lingkungan kepresidenan.
“Yang penting ada kejujuran memberitahu pada presiden konsekuensi etis dari suatu kebijakan,” pungkasnya.
Pernyataan Rocky tersebut menjadi penegasan atas komitmennya untuk tetap menyampaikan pandangan kritis di tengah jabatan barunya. Namun, klaim mengenai kebebasan menyampaikan kritik dan kesepahaman dengan Presiden itu merupakan penjelasan Rocky dalam wawancara tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: