Internet Indonesia Masih Tertinggal Jauh dari Mayoritas Negara ASEAN
Kredit Foto: Istimewa
Kecepatan internet Indonesia masih tertinggal dari sejumlah negara Asia Tenggara, baik pada layanan seluler maupun internet kabel (fixed broadband). Berdasarkan Speedtest Global Index Agustus 2026 yang dirilis Ookla, internet seluler Indonesia berada di peringkat keenam kawasan, sedangkan fixed broadband menempati urutan kesembilan dari 10 negara.
Pada kategori internet seluler, Indonesia menempati peringkat ke-70 dunia dengan median kecepatan unduh 66,34 Mbps. Meski naik dua peringkat dibandingkan bulan sebelumnya, capaian tersebut masih jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura.
Vietnam memimpin Asia Tenggara dengan median kecepatan unduh 219,93 Mbps dan menempati peringkat kesembilan dunia. Malaysia menyusul dengan 165,32 Mbps di posisi ke-14, sedangkan Singapura mencatat 164,35 Mbps di peringkat ke-16.
Thailand berada di urutan berikutnya dengan kecepatan 143,45 Mbps dan peringkat ke-26 dunia. Kamboja mencatat 111,90 Mbps, menempatkannya di posisi kelima kawasan, sementara Indonesia berada di urutan keenam.
Kecepatan unduh internet seluler Indonesia juga hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Filipina yang mencatat 66,33 Mbps dan berada di peringkat ke-71 dunia. Adapun Laos mencatat kecepatan 44,62 Mbps dan menempati peringkat ke-84 dunia.
Untuk layanan internet seluler, Indonesia mencatat median kecepatan unggah 19,80 Mbps dengan latensi 20 milidetik (ms). Capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia masih berada di bawah mayoritas negara Asia Tenggara yang masuk dalam kelompok teratas pemeringkatan.
Ketertinggalan juga terlihat pada layanan fixed broadband. Indonesia bertahan di peringkat ke-113 dunia pada Agustus 2026, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Median kecepatan unduhnya tercatat 51,40 Mbps, dengan kecepatan unggah 36,23 Mbps dan latensi 8 ms.
Kecepatan unduh fixed broadband Indonesia bahkan masih di bawah rata-rata global sebesar 64,69 Mbps. Di Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi kesembilan, di bawah Laos yang mencatat 59,97 Mbps dan Kamboja sebesar 54,74 Mbps.
Baca Juga: Kepatuhan Rollover Kuota Internet Baru 70%, Komdigi Tagih Operator Seluler
Baca Juga: Komdigi Ungkap Kuota Internet Belum Terlindungi, Operator Diminta Berbenah
Singapura menjadi negara dengan kecepatan fixed broadband tertinggi di kawasan sekaligus peringkat pertama dunia, dengan median kecepatan unduh 462,50 Mbps. Vietnam menyusul dengan 301,48 Mbps di peringkat kedelapan dunia, sedangkan Thailand mencatat 298,92 Mbps di posisi kesembilan.
Malaysia berada di urutan keempat Asia Tenggara dengan kecepatan unduh 179,32 Mbps, disusul Filipina sebesar 114,34 Mbps dan Brunei Darussalam sebesar 86,45 Mbps. Sementara itu, Myanmar berada di posisi terbawah kawasan dengan kecepatan 24,64 Mbps dan menempati peringkat ke-138 dunia.
Di tengah capaian tersebut, operator telekomunikasi di Indonesia terus memperluas infrastruktur jaringan generasi kelima (5G) untuk meningkatkan ketersediaan layanan internet berkecepatan tinggi. Namun, berdasarkan pemeringkatan Ookla, posisi internet Indonesia masih tertinggal dari sejumlah negara di kawasan, terutama pada layanan fixed broadband.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: