Strategi Mixue Merangkul Gen Z: Euforia 'Matcha Booyah' dan Kolaborasi Seru Mixue × Free Fire
Kredit Foto: Istimewa
Gelaran Mixue Matcha Booyah Series di Hall Gandaria City, Minggu (18/10/2026), bukan sekadar ajang peluncuran varian produk terbaru. Lebih dari itu, acara ini menjadi pembuktian strategis bagaimana merek minuman es krim asal Tiongkok itu merangkul ekosistem esports dan budaya pop untuk menembus pasar Generasi Z di Indonesia.
Sejak pagi, Hall Gandaria City telah dipadati oleh pengunjung mal dan komunitas gaming. Euforia penonton memuncak saat girlband Lemon membawakan lagu-lagu hits mereka, sebelum acara ditutup dengan penampilan memukau dari artis Anggis Devaki. Tak hanya itu, area booth mini games seperti Matcha Memory Challenge, Matcha Sniper, dan Matcha Spin Wheel selain itu juga ada keseruan di segmen utama yaitu Turnamen Free Fire Battle Royale 48 Tim, serta photo booth menjadi rebutan, sementara komunitas cosplay lalu-lalang mewarnai suasana, menjadikan acara ini sangat hidup dan interaktif. Melalui konsep ini, Mixue ingin memberikan ruang bagi pengunjung untuk menikmati produk sekaligus terlibat langsung dalam pengalaman yang menggabungkan hiburan, interaksi, dan kebersamaan.
Acara ini menjadi bagian dari upaya Mixue memperkenalkan Matcha Booyah Series melalui perpaduan produk minuman, hiburan, dan aktivitas yang melibatkan konsumen serta komunitas gaming. Matcha Booyah Series menghadirkan pilihan minuman berbasis matcha dengan karakter rasa creamy, lembut, dan seimbang, yang terdiri dari Matcha Booyah Cone, Matcha Booyah Cookies Sundae, dan Matcha Booyah Boba Milk.
Di tengah hiruk-pikuk tersebut, tim Family Agoy yang terdiri dari Zaki Muafa, Christhio Waworuntu, Rizky Kaesang, Prayoga Putra Ramadhan, dan Jibril tampil sebagai juara pertama. Mereka berhasil menyingkirkan tim-tim tangguh, termasuk raksasa esports Shadow Esports, dalam turnamen bertajuk Mixue Matcha Booyah ini.
Lebih dari Sekadar Produk: Membangun Pengalaman Konsumen
Dalam wawancara eksklusif di sela acara, Valeria, Kepala Humas Mixue Indonesia, membongkar alasan di balik kolaborasi megah antara Mixue dan game battle royale populer, Free Fire. Menurut Valeria, langkah ini adalah kalkulasi matang untuk menyasar demografi yang tepat.
"Kami memilih bekerja sama dengan Free Fire karena mereka memiliki komunitas yang sangat luas dan aktif di Indonesia. Segmen pelanggan Free Fire didominasi oleh generasi muda, dan ini sangat beririsan dengan target pasar Mixue," ujar Valeria dengan tegas.
Ia menekankan bahwa era pemasaran konvensional telah bergeser. Konsumen muda tidak lagi hanya membeli produk, melainkan mencari pengalaman.
"Ke depannya, kami berharap bisa menghadirkan kegiatan yang lebih menarik dan interaktif. Kami tidak hanya ingin fokus merilis produk seperti Matcha Booyah Series yang baru ini tetapi kami ingin memberikan pengalaman yang lebih seru bagi konsumen kami," tambahnya.
Menanggapi antusiasme pengunjung yang memadati venue, Valeria menilai langkah mereka tepat sasaran. "Hari ini sangat berantusias. Konsumen datang dari berbagai komunitas, mulai dari gaming, cosplayer, hingga industri kreatif. Mereka sangat antusias dengan produk Matcha Booyah Series yang baru."
Valeria juga menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen Mixue dalam mendukung para mitra franchise. “Mixue berupaya mendukung mitra franchise dalam memperkenalkan produk kepada konsumen dan mengembangkan bisnis mereka. Ke depannya, kami akan terus menghadirkan inovasi produk serta menjajaki berbagai kolaborasi yang memberikan nilai bagi konsumen maupun mitra,” jelasnya.
Terkait target jangka panjang, Valeria menegaskan posisi vital Indonesia dalam peta bisnis global Mixue. "Indonesia adalah salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara. Tim Asia Tenggara kami akan terus mendukung dan menciptakan kegiatan-kegiatan yang lebih menarik untuk terus dekat dengan konsumen."
Lebih lanjut, Valeria menyampaikan bahwa Mixue Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan berkualitas melalui inovasi, penguatan ekosistem bisnis, dan kolaborasi yang berkelanjutan. “Seiring dengan perkembangan bisnis kami, Mixue akan terus menciptakan nilai tambah bagi konsumen, memperkuat dukungan bagi para mitra, dan berkontribusi positif bagi masyarakat Indonesia,” katanya.
Dominasi Family Agoy dan Kemeriahan Para Guest Star
Di sisi lain panggung, suasana ruang tunggu tim esports terasa berbeda. Zaki Muafa, perwakilan dari Family Agoy, masih menyisakan senyum lega usai mengangkat piala juara 1. Bagi Zaki dan rekan-rekannya Christhio, Rizky, Prayoga, dan Jibril kemenangan ini adalah hasil dari jam terbang tinggi, bukan sekadar keberuntungan.
Zaki mengakui bahwa jalan menuju juara tidak mulus. Ia menyebut Shadow Esports sebagai lawan terberat mereka. "Mereka adalah tim esports profesional, jadi struktur dan kekuatan tim mereka sudah sangat kuat. Namun, kami berhasil menaklukkan mereka."
Ketika ditanya mengenai pesan untuk Mixue, Zaki dan rekan satu timnya kompak memberikan apresiasi. "Terima kasih untuk Mixue sudah mengadakan event ini. Kami sangat puas, dan yang pasti... Mixue enak!" tutupnya sambil tertawa.
Acara ini turut dimeriahkan oleh penampilan Anggis Devaki dan girl group Lemon, serta kehadiran dan sesi livestream bersama para kreator dan figur gaming, yaitu Windah Basudara, Vior, Vonzy, Notnot, dan guest star lainnya. Kehadiran mereka menambah keseruan acara sekaligus memperluas interaksi dengan para penggemar dan komunitas dari berbagai minat.
Untuk menggali pengalaman para guest star secara langsung, Mixue juga mengadakan sesi short interview mengenai Matcha Booyah Series dan kolaborasi Mixue × Free Fire. Dalam sesi tersebut, para guest star berbagi cerita tentang varian matcha favorit mereka, kesan terhadap konsep acara yang memadukan minuman, gaming, cosplay, dan musik, serta momen yang paling berkesan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Anggis Devaki, misalnya, mengaku langsung jatuh hati pada Matcha Booyah Boba Milk dan Matcha Booyah Cookies Sundae. “Rasanya light dan tidak terlalu pahit. Sebagai pencinta matcha, dua-duanya perfect!” ujarnya.
Sementara itu, kreator konten, atlet esports, sekaligus influencer Notnot menilai kolaborasi ini berhasil menyatukan berbagai komunitas dalam satu ruang. “Mixue × Free Fire sangat menarik karena bisa menggabungkan beberapa komunitas jadi satu. Cosplayer dan gamer disatukan oleh makanan, minuman, musik, dan gaming. Ini bisa menjadi pengalaman baru buat mereka,” tuturnya.
Kesan serupa disampaikan Andrea dan Shinta dari girl group Lemon. “Yang paling berkesan adalah saat mencoba produk Mixue dan mendapat kesempatan tampil di acara ini. Kami suka sekali bisa berbaur dengan para gamer dan melihat langsung semangat kompetitif mereka yang sangat seru. Semuanya dipertemukan dan dipersatukan di sini,” ungkap mereka.
Kolaborasi antara Mixue dan Free Fire ini pada akhirnya bukan sekadar tren sesaat. Ini adalah cerminan bagaimana industri minuman kekinian di Indonesia kini harus beradaptasi, melebur ke dalam budaya digital, dan secara aktif membangun ekosistem yang menyenangkan bagi generasi mudanya.
Di luar aktivitas pemasaran, Mixue Indonesia juga berupaya menjadi bagian dari masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan inisiatif yang mendorong keterlibatan publik. Upaya ini tercermin melalui dukungan terhadap kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam rangka HUT ke-81 dan peresmian gedung baru, partisipasi dalam kegiatan di Istana Merdeka, program One Day Manager bersama Rachel Vennya yang memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat aktivitas dan operasional gerai Mixue, serta keterlibatan notaris dalam proses penilaian Snow King Coloring Competition sebagai bagian dari komitmen Mixue terhadap transparansi penyelenggaraan kegiatan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Redaksi
Tag Terkait: