Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        KAPPI Perkuat Pembinaan Petani untuk Meningkatkan Daya Saing Kopi Indonesia

        KAPPI Perkuat Pembinaan Petani untuk Meningkatkan Daya Saing Kopi Indonesia Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Daya saing kopi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh keragaman asal dan cita rasanya, tetapi juga oleh kemampuan petani menjaga kualitas hasil panen secara konsisten. Karena itu, penguatan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas petani menjadi bagian penting dalam membangun industri kopi yang lebih berkelanjutan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

        Melalui berbagai inisiatif pembinaan, Yayasan Pengembangan dan Edukasi Kopi (KAPPI) berupaya memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama dalam rantai nilai kopi Indonesia. Pendampingan dilakukan melalui edukasi mengenai pengelolaan kebun, mulai dari pemupukan, pemangkasan, teknik panen, sistem olah tanah, hingga praktik budidaya lainnya.

        Pengetahuan dan keterampilan tersebut menjadi fondasi untuk memperbaiki pengelolaan kebun dan menghasilkan biji kopi yang baik serta berkualitas secara konsisten. KAPPI juga mengembangkan penguatan komunitas, pemberdayaan perempuan, serta dukungan terhadap riset dan inovasi kopi.

        Pembinaan petani perlu terhubung dengan kebutuhan pasar. Kualitas biji kopi tidak hanya bergantung pada hasil akhir, melainkan juga pada keputusan dan praktik budidaya sejak di kebun.

        Dengan pendampingan yang tepat, petani diharapkan semakin memahami kaitan antara pengelolaan tanaman, teknik panen, kualitas hasil, dan standar yang dicari pembeli. Karena itulah kolaborasi dengan mitra yang memahami pengembangan mutu dan pasar menjadi penting.

        Bagi KAPPI, kualitas biji kopi dimulai dari kebun dan dari pengetahuan petaninya, ujar Roby Wibisono dari Yayasan Pengembangan dan Edukasi Kopi (KAPPI). Itulah sebabnya kami menekankan edukasi dan pendampingan dalam hal pemupukan, pemangkasan, teknik panen, serta pengelolaan tanah.

        Kami ingin petani semakin mampu menghasilkan kopi yang baik dan berkualitas secara konsisten, sementara kolaborasi dengan SKA membantu menghubungkan upaya di tingkat kebun dengan kebutuhan mutu dan peluang pasar. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara hulu dan hilir.

        Sejak 2025, KAPPI turut membawa pendekatan tersebut dalam berbagai kegiatan diplomasi kopi di Indonesia dan mancanegara. Melalui kegiatan ini, keragaman kopi Nusantara diperkenalkan bersama cerita tentang asal-usulnya, para petani, dan komunitas di balik setiap produk.

        Diplomasi kopi menjadi salah satu jalan untuk membangun jejaring dan membuka peluang kolaborasi yang mendukung pengembangan ekosistem kopi di tingkat hulu. Untuk menghubungkan hasil pembinaan petani dengan kebutuhan industri, KAPPI berkolaborasi dengan PT Sumber Kurnia Alam (SKA).

        KAPPI berfokus pada edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas petani di tingkat hulu, sedangkan SKA mendukung pengembangan mutu dan membuka peluang koneksi dengan pembeli. Sinergi ini penting agar peningkatan kualitas sejak di kebun dapat diteruskan menjadi nilai tambah dan peluang pemasaran bagi kopi Indonesia.

        Kolaborasi tersebut antara lain diperkenalkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) yang diselenggarakan pada Oktober 2026 lalu di ICE BSD City, Tangerang. KAPPI dan SKA menampilkan beragam kopi Indonesia, termasuk biji kopi hasil kurasi dari petani binaan Bank Indonesia.

        Kehadiran kopi-kopi tersebut menjadi contoh pentingnya mempertemukan potensi hasil petani dengan pelaku industri dan calon pembeli. Trade Expo Indonesia merupakan pameran ekspor dengan level tertinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan dan menghadirkan pembeli serta pelaku bisnis dari mancanegara.

        Keterlibatan KAPPI dan SKA merupakan perwujudan misi kami untuk memperkenalkan kopi Indonesia kepada pembeli dari seluruh dunia, sekaligus mempromosikan potensi kopi Indonesia yang dikembangkan melalui program-program KAPPI, ujar Moelyono Soesilo, Direktur Utama PT Sumber Kurnia Alam (SKA).

        Pembinaan Petani sebagai Fondasi Ekosistem Kopi

        Peningkatan daya saing dimulai jauh sebelum biji kopi dipasarkan. Praktik pemupukan, pemangkasan, pengelolaan tanah, dan teknik panen turut menentukan potensi kualitas hasil.

        Pendampingan yang terus diperkuat membantu petani memahami tahapan tersebut dan menghubungkannya dengan tuntutan konsistensi mutu, sehingga proses perbaikan tidak hanya dilakukan setelah kopi sampai di tangan pembeli. Di samping penguatan teknik budidaya, KAPPI memandang pemberdayaan perempuan, riset, inovasi, dan penguatan komunitas sebagai bagian yang saling berkaitan.

        Ketika pengetahuan berkembang di lingkungan petani dan keluarganya, manfaat pembinaan diharapkan lebih luas dan lebih berkelanjutan. Dari sisi hilir, pengujian mutu dan pengembangan jejaring pemasaran diperlukan untuk menjembatani hasil petani dengan standar yang dibutuhkan industri.

        Kolaborasi dengan mitra seperti SKA menjadi bagian dari upaya menghubungkan penguatan kapasitas di hulu dengan peluang yang tersedia di pasar. Kegiatan diplomasi kopi KAPPI melengkapi pendekatan ini dengan memperluas pengenalan terhadap kopi Indonesia, bukan hanya sebagai komoditas, melainkan juga sebagai hasil kerja petani serta warisan pengetahuan dan budaya berbagai daerah.

        Melalui sinergi pembinaan petani, peningkatan mutu, dan pengembangan akses pasar, KAPPI berharap daya saing kopi Indonesia terus tumbuh bersama ketangguhan petani dan komunitas yang menjadi fondasinya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Redaksi

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: