Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko Lewat SRG

Bappebti Lepas Ekspor Kopi Senilai USD227 Ribu ke Tiongkok dan Maroko Lewat SRG Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan melepas ekspor kopi sebanyak 38,4 ton ke China dan Maroko melalui mekanisme Sistem Resi Gudang (SRG). Langkah ini dinilai menjadi bukti bahwa SRG mampu memperkuat daya saing komoditas nasional sekaligus memperluas akses pasar ekspor.

Total nilai ekspor dua kontainer kopi tersebut mencapai US$227.443,2.

Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya mengatakan optimalisasi SRG tidak hanya membantu menjaga mutu komoditas, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk serta membuka peluang pasar internasional bagi petani dan pelaku usaha.

"Implementasi SRG yang optimal mampu memperkuat daya saing komoditas Indonesia, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha," ujar Tirta dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).

Ekspor tersebut terdiri atas satu kontainer kopi Robusta Grade 2 sebanyak 19,2 ton senilai US$71.040 yang dikirim ke Maroko serta satu kontainer kopi Arabica Semi-Wash sebanyak 19,2 ton senilai US$156.403,2 dengan tujuan China.

Bappebti mengungkapkan, setelah pengiriman awal tersebut akan dilakukan ekspor lanjutan delapan kontainer kopi Arabica Semi-Wash ke China dengan total volume 153,6 ton dan nilai mencapai US$1,25 juta. Seluruh komoditas berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung.

Menurut Tirta, keberhasilan implementasi SRG dalam mendukung ekspor merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, koperasi petani, pengelola gudang, hingga lembaga pembiayaan.

Ekosistem tersebut melibatkan Koperasi Gunung Luhur Berkah sebagai pemasok kopi, PT ASLI Logistik Indonesia sebagai agregator, PT Sucofindo selaku pengelola gudang SRG, PT Kereta Api Indonesia sebagai pemilik gudang, PT Kliring Berjangka Indonesia sebagai pusat registrasi SRG, serta Bank BJB dan PT ASLI Pangan Indonesia yang mendukung pembiayaan.

Ia menilai ekspor ini menunjukkan bahwa kopi yang disimpan melalui SRG memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Selain menjadi instrumen pembiayaan, SRG juga dinilai mampu menghubungkan petani dengan pasar ekspor.

"Melalui SRG, petani memiliki posisi tawar yang lebih kuat, memperoleh akses pembiayaan yang mudah, serta jaminan kualitas dan kuantitas komoditas," kata Tirta.

Baca Juga: Target Ekspor Kopi RI Rp100 Triliun, Mentan Amran Gempur Perbenihan di Bener Meriah Aceh

Baca Juga: Indonesia dan Azerbaijan Percepat MoU Industri, Bidik Investasi dan Ekspor ke Eurasia

Sementara itu, Ketua Koperasi Gunung Luhur Berkah Miftahudin Saf mengatakan ekspor kopi ke China akan berlanjut dengan sembilan kontainer berikutnya. Adapun pengiriman ke Maroko berpotensi mencapai delapan hingga sembilan kontainer setiap bulan.

Menurutnya, pemanfaatan SRG memberi keleluasaan bagi petani untuk menyimpan komoditas dan menjualnya saat harga lebih menguntungkan, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.

Sejak memanfaatkan SRG pada 2020, ekspor kopi yang dilakukan koperasi tersebut disebut terus mengalami peningkatan.

“Melalui pemanfaatan SRG, petani dapat menyimpan komoditas, menjual pada saat harga terbaik, serta andil dalam menjaga ketersediaan pasokan untuk memenuhi permintaan ekspor. Sejak memanfaatkan SRG pada 2020, ekspor komoditas Koperasi Gunung Luhur Berkah terus mengalami peningkatan,” tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman