KrediOne Hadiri FinExpo 2026, Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Jawa Barat
Kredit Foto: Istimewa
PT Inovasi Terdepan Nusantara (KrediOne) menghadiri penyelenggaraan Pameran Jasa Keuangan FinExpo 2026 di Trans Studio Mall Bandung, Jawa Barat, pada 29 Oktober–1 November 2026. Kehadiran ini merupakan bentuk dukungan KrediOne terhadap Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026, sebuah agenda yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku usaha jasa keuangan dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal serta meningkatkan literasi keuangan.
Penyelenggaraan FinExpo 2026 di Bandung menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendorong akses keuangan yang lebih merata. Sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, perkebunan, peternakan, serta perikanan. Potensi tersebut perlu didukung oleh akses terhadap layanan keuangan formal yang disertai pemahaman memadai agar masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan serta kemampuan finansial.
FinExpo 2026 turut dihadiri oleh Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat; Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK; Junanto Herdiawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat; Darwisman, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat; serta Kuseryansyah, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sekaligus CEO KrediOne.
Bagi KrediOne, perluasan akses keuangan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi. Masyarakat tidak hanya perlu memiliki akses terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga pemahaman mengenai karakteristik produk, manfaat dan risiko, serta hak dan kewajiban yang menyertainya. Pemahaman tersebut menjadi landasan penting bagi pengambilan keputusan finansial yang bijak sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
Kuseryansyah menyampaikan bahwa peningkatan inklusi keuangan perlu diiringi edukasi yang berkesinambungan agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab.
“Bulan Inklusi Keuangan menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal. Jawa Barat memiliki potensi ekonomi yang besar, termasuk melalui UMKM dan berbagai sektor produktif lainnya.
Karena itu, perluasan akses keuangan perlu diiringi dengan literasi yang memadai agar masyarakat mampu mengenali pilihan layanan yang tersedia, memahami risiko, serta mengambil keputusan finansial sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka,” ujar Kuseryansyah.
Ia menambahkan bahwa industri pinjaman daring (pindar) yang berizin dan diawasi OJK merupakan salah satu alternatif pendanaan dalam ekosistem jasa keuangan formal. Pemanfaatannya perlu didukung transparansi informasi, pemahaman atas hak dan kewajiban pengguna, serta pertimbangan yang matang terhadap kemampuan membayar. Dengan demikian, layanan pendanaan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab sesuai kebutuhan masyarakat.
“Penguatan literasi dan inklusi keuangan membutuhkan komitmen bersama dari regulator, pemerintah, asosiasi, industri jasa keuangan, dan masyarakat. Kolaborasi yang berkesinambungan menjadi penting agar perluasan akses tidak hanya memperluas jangkauan layanan keuangan formal, tetapi juga meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku finansial yang lebih baik. KrediOne mendukung upaya bersama ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem keuangan digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Redaksi
Tag Terkait: