Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Industri kreatif Indonesia terus membuka peluang peningkatan nilai tambah produk kerajinan lokal melalui inovasi desain dan pengembangan pasar premium.
Salah satunya dilakukan Adelle Jewellery yang berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI menghadirkan The Woven Collection, koleksi perhiasan mewah berbasis inspirasi anyaman rotan Indonesia.
Diluncurkan di Medan, Sabtu (31/10/2026), koleksi ini sekaligus menandai 13 tahun perjalanan Adelle Jewellery dalam industri perhiasan.
CEO Adelle Jewellery, Michael Surya, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan upaya mengangkat potensi kerajinan dan kekayaan alam Indonesia menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
"Rotan memiliki karakter unik dan mulai mendapat perhatian dalam industri fesyen internasional. Peluang ini perlu dimanfaatkan agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga mampu menghasilkan produk jadi berkelas dengan nilai seni dan daya saing global," katanya.
Pengembangan The Woven Collection melibatkan sekitar 50 pengrajin anyaman rotan melalui proses riset, eksplorasi desain hingga pembuatan prototipe.
R&D Manager Adelle Jewellery, Melissa Surya, mengatakan koleksi tersebut memiliki tingkat kompleksitas pengerjaan tinggi, bahkan satu produk membutuhkan waktu hingga 960 jam.
"Koleksi yang terdiri atas 10 hingga 12 jenis produk, mulai dari cincin, anting, kalung hingga aksesori pria, dipasarkan pada segmen premium dengan harga mencapai puluhan juta rupiah," ujarnya.
Dalam kolaborasi tersebut, Kemenekraf berperan mempertemukan Adelle Jewellery dengan pengrajin lokal sekaligus memperkuat sinergi antarpelaku ekonomi kreatif.
Kolaborasi juga melibatkan Nine Square dan Long Story Short yang mengembangkan elemen anyaman rotan untuk dekorasi serta menghasilkan Adelle Woven Clutch edisi terbatas.
Michael berharap kerja sama ini berlanjut melalui pengembangan produk dan pendampingan UMKM agar kerajinan lokal memiliki akses lebih luas ke pasar bernilai tinggi.
Baca Juga: PPA Sulap Warisan Musik Jadi Mesin Ekonomi Kreatif, Bintang Muda Lokananta Berlanjut
Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Neli Yana, menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya Indonesia dapat diterjemahkan menjadi produk komersial dengan standar kualitas tinggi.
Menurutnya, nilai sebuah produk kreatif tidak hanya ditentukan oleh estetika, tetapi juga kreativitas, inovasi, keterampilan pengrajin, serta cerita budaya yang menjadi identitas produk.
Kemenekraf juga mendorong agar karakter dan filosofi anyaman rotan tetap dipertahankan dalam pengembangan desain perhiasan kontemporer.
Neli berharap kolaborasi antara industri perhiasan dan pengrajin lokal dapat menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis kekayaan budaya Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: