Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Waspada Penyadapan HP! Lakukan 7 Langkah Ini agar Data Pribadi Tetap Aman

        Waspada Penyadapan HP! Lakukan 7 Langkah Ini agar Data Pribadi Tetap Aman Kredit Foto: Reuters/Kacper Pempel
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Keamanan data pribadi di ponsel menjadi hal penting yang perlu diperhatikan pengguna Android maupun iPhone. Ancaman penyadapan dapat terjadi melalui berbagai cara, mulai dari pemasangan aplikasi berbahaya, pencurian informasi pribadi, hingga penyalahgunaan akses perangkat tanpa sepengetahuan pemiliknya.

        Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah perangkat lunak berbahaya atau malware. Program tersebut dapat memantau aktivitas pengguna, mencuri data, bahkan mengambil alih kendali perangkat.

        Tim Tanggap Insiden Siber Kementerian Pekerjaan Umum (PU-CSIRT) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi.

        "File APK yang diperoleh dari luar sumber resmi sangat berisiko membawa malware, spyware, atau trojan yang dapat mencuri data, mengambil alih sistem, atau merekam aktivitas pengguna," tulis PU-CSIRT dalam panduan keamanan sibernya.

        Untuk mengurangi risiko penyadapan, pengguna perlu menerapkan sejumlah langkah pengamanan. Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat, Google, dan Apple memberikan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan perlindungan perangkat.

        Berikut tujuh cara mencegah HP disadap yang dapat diterapkan pengguna Android dan iPhone:

        1. Rutin Memperbarui Sistem Operasi

        Pengguna perlu memastikan sistem operasi ponsel selalu menggunakan versi terbaru. Pembaruan Android maupun iOS biasanya dilengkapi perbaikan celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

        Karena itu, jangan mengabaikan notifikasi pembaruan perangkat lunak. Aktifkan pembaruan otomatis apabila tersedia agar sistem keamanan perangkat tetap terjaga.

        2. Hindari Mengunduh Aplikasi dari Sumber Tidak Resmi

        Mengunduh aplikasi sembarangan dapat meningkatkan risiko masuknya malware atau spyware ke dalam perangkat.

        Pengguna Android disarankan mengunduh aplikasi melalui Google Play Store, sedangkan pengguna iPhone sebaiknya menggunakan App Store.

        Hindari memasang aplikasi melalui tautan yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal atau situs yang tidak memiliki reputasi jelas. Perhatikan pula identitas pengembang dan ulasan aplikasi sebelum melakukan instalasi.

        3. Aktifkan Google Play Protect

        Pengguna Android dapat memanfaatkan fitur Google Play Protect untuk membantu mendeteksi aplikasi yang berpotensi membahayakan perangkat.

        Fitur tersebut tersedia melalui Google Play Store. Pengguna cukup membuka aplikasi Play Store, memilih ikon profil, kemudian masuk ke menu Play Protect.

        Dengan mengaktifkan perlindungan ini, aplikasi yang terindikasi berbahaya dapat diperiksa sehingga risiko keamanan perangkat bisa diminimalkan.

        Baca Juga: Kronologi Terungkapnya Kasus Penyadapan Prabowo, Bareskrim Ungkap Peran Listyo Sigit hingga Laporan Petugas

        4. Gunakan PIN atau Kunci Layar

        Mengunci layar merupakan langkah sederhana untuk mencegah orang lain mengakses ponsel tanpa izin.

        Pengguna dapat menggunakan PIN, kata sandi, sidik jari, maupun pengenalan wajah sesuai fitur yang tersedia pada perangkat.

        FTC menyarankan penggunaan kode sandi minimal enam digit untuk meningkatkan perlindungan. Hindari menggunakan kombinasi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir atau angka berurutan.

        5. Jangan Sembarangan Membuka Tautan

        Tautan mencurigakan yang dikirim melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan dapat menjadi pintu masuk serangan siber.

        Pengguna sebaiknya tidak langsung membuka tautan atau mengunduh lampiran dari pengirim yang tidak dikenal.

        Periksa alamat situs sebelum memasukkan informasi pribadi, kata sandi, maupun kode verifikasi. Jangan pernah memberikan kode OTP kepada pihak lain meskipun mengaku sebagai petugas layanan resmi.

        6. Periksa Izin Akses Aplikasi

        Setiap aplikasi memiliki permintaan izin untuk mengakses fitur tertentu, seperti kamera, mikrofon, lokasi, dan kontak.

        Pengguna perlu memeriksa apakah izin tersebut sesuai dengan fungsi aplikasi. Jika sebuah aplikasi sederhana meminta akses yang tidak relevan, sebaiknya pertimbangkan kembali untuk memberikan izin.

        Khusus pengguna iPhone, fitur Safety Check dapat dimanfaatkan untuk meninjau dan mengelola akses aplikasi serta informasi pribadi yang dibagikan kepada pihak lain.

        7. Aktifkan Perlindungan Tambahan

        Pengguna iPhone dapat memanfaatkan fitur Lockdown Mode untuk menghadapi ancaman serangan siber yang sangat canggih dan ditargetkan.

        Fitur ini membatasi sejumlah fungsi perangkat guna mengurangi peluang eksploitasi oleh pihak yang berupaya mengambil keuntungan dari celah keamanan.

        Meski demikian, pengguna perlu memahami bahwa fitur tersebut ditujukan untuk menghadapi ancaman tertentu dan bukan merupakan kebutuhan semua pengguna.

        Penerapan berbagai langkah keamanan tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyadapan dan pencurian data pribadi. Namun, tidak ada sistem perlindungan yang menjamin perangkat sepenuhnya bebas dari ancaman siber.

        Oleh karena itu, pengguna Android dan iPhone tetap perlu berhati-hati dalam menggunakan jaringan komunikasi, mengakses tautan, memasang aplikasi, serta membagikan informasi pribadi di ruang digital.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Taufan Bara Mukti
        Editor: Taufan Bara Mukti

        Bagikan Artikel: