Kredit Foto: Boyke P. Siregar
Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi hanya 5%, turun dari proyeksi sebelumnya yang dirilis bulan Maret lalu sebesar 5,2%. ADB juga memangkas proyeksi pertumbuhan untuk 2017 menjadi 5,1%, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,5%.
"Penyesuaian ini merefleksikan belanja investasi yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya," kata ekonom dari ADB Indonesia Priasto Aji dalam Indonesia Economic Outlook di Kampus FEB-Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/10/2016).
Menurut Aji, pemerintah memang telah melakukan upaya yang positif dengan meluncurkan 13 paket kebijakan sejak September 2015 hingga Agustus 2016, namun dampak dari kebijakan-kebijakan tersebut masih belum terasa.
"Pemerintah sudah melakukan reformasi birokrasi misalnya pelayanan perizinan investasi tiga jam. Lalu pemerintah membuka 35 sektor yang selama ini ditutup bagi investasi asing. Akan tetapi, ternyata dampak dari kebijakan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan," jelasnya.
Aji pun mengungkapkan bahwa belanja pemerintah untuk infrastruktur akan mengalami percepatan pada paruh kedua 2016, sejalan dengan pola tahunan kenaikan pengeluaran menjelang akhir tahun. Namun, secara keseluruhan investasi dan konsumsi pemerintah akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya dikarenakan rendahnya realisasi pendapatan.
Sementara, investasi swasta akan memperoleh manfaat dari diterapkannya serangkaian paket reformasi kebijakan yang telah diumumkan pemerintah.
Ia menambahkan para pengambil kebijakan di Indonesia perlu mempertimbangkan berbagai langkah untuk menghadapi risiko terhadap prospek pertumbuhan jika terjadi pemotongan anggaran dan timbulnya keterlambatan berbagai proyek infrastruktur. Selain itu, ADB juga mencatat adanya kelemahan di pasar tenaga kerja yang dapat melemahkan kepercayaan konsumen.
"Tercatat telah terjadi penurunan jumlah pekerjaan pada periode 12 bulan sampai dengan Februari 2016, dibandingkan tahun sebelumnya, walaupun jumlah pekerjaan di pedesaan meningkat," ungkap Aji.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Cahyo Prayogo
Tag Terkait:
Advertisement