Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menkeu Lakukan Sejumlah Pertemuan Bilateral di Amerika Serikat

Menkeu Lakukan Sejumlah Pertemuan Bilateral di Amerika Serikat Kredit Foto: Fajar Sulaiman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Akhir pekan lalu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi delegasi dalam pertemuan tahunan World Bank dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC, Amerika Serikat.

Dalam pertemuan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga bertindak sebagai Gubernur Bank Dunia untuk Indonesia, Gubernur Alternatif IMF, Menteri Keuangan negara anggota G20, dan ketua Komite Pembangunan (Development Committee).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, disela pertemuan tersebut dirinya sempat melakukan pertemuan bilateral dengan petinggi bank dunia, pemimpin International Finance Coorporation (IFC), Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA) dan sejumlah menteri keuangan negara anggota Bank Dunia dan IMF.

"Pertemuan tahunan ini saya juga bertemu bilateral dengan Presiden World Bank Jim Yong Kim, IFC dan MIGA. Pertemuan ini untuk bahas penguatan kerjasama di bidang penguatan pembiayaan infrastruktur yang jadi program prioritas nasional," ujar Sri Mulyani dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Sementara dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Jacob J. Lew, Sri Mulyani mengatakan, pertemuan itu untuk membahas isu-isu perpajakan, terutama soal kerja sama program perpajakan.

"Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Amerika untuk membahas beberapa kerja sama di bidang peningkatan kemampuan administrasi perpajakan, program stabilitas sektor keuangan dan dari sisi peningkatan kemampuan analisis dan kebijakan makro ekonomi. Tentu sangat baik untuk belajar dari negara yang lebih maju, dalam rangka untuk mengantisipasi, terutama kebijakan dari negara maju, yang kadang-kadang, sering sangat mempengaruhi negara berkembang," jelas Ani, sapaan akrab Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, Amerika Serikat termasuk negara yang mendukung perbaikan administrasi perpajakan maupun program stabilitas keuangan dan makroekonomi di Indonesia. Menurut Menteri Sri, isu perpajakan menjadi perhatian utama dunia saat ini. Semua negara sedang berlomba memperbaiki basis perpajakan, agar penerimaannya lebih sustainable (berkesinambungan).

Selain dengan Menteri Keuangan AS, Sri Mulyani juga bertemu Menteri Keuangan Australia, Kanada, Jerman, Inggris, dan beberapa pejabat negara lain untuk membahas upaya peningkatan kerjasama antar kedua negara masing-masing.

"Saya juga bertemu bilteral dengan negara pemain utama dalam rangka pelaksanaan FATF misal Menkeu AS, Austalia, Kanada, Jerman dan Inggris. Pertemuan bilateral yang sangat strategis dan berguna bagi kita untuk jelaskan dari sisi upaya Pemerintah Indonesia untuk laksanakan UU tax amnesty dalam upaya melakukan secara konsisten membangun basis pajak Indonesia. Pertemuan ini sangat penting untuk dapat dukungan kalau Indonesia butuh exchange of information dalam penerapan tax amnesty," tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Cahyo Prayogo

Advertisement

Bagikan Artikel: