Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN Bangun GITET Lengkong dengan Kapasitas 2x500 MVA

PLN Bangun GITET Lengkong dengan Kapasitas 2x500 MVA Kredit Foto: Vicky Fadil
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN (Persero) mulai membangun Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Lengkong di Desa Cibogo, Tangerang, Banten untuk memperkuat sistem kelistrikan Jakarta.

Manajer Senior Humas PLN Agung Murdifi di Jakarta, Sabtu (15/10/2016), mengatakan GITET Lengkong beroperasi pada tegangan 500 kV dengan kapasitas daya 2x500 MVA.

"GITET Lengkong ini merupakan bagian dari pembangunan enam GITET yang akan memperkuat sistem kelistrikan Jakarta yaitu Kembangan, Duri Kosambi, Muara Karang, Priok, dan Muara Tawar atau disebut pula proyek Looping Jakarta," katanya.

Menurut dia, GITET Lengkong dengan kontraktor pelaksana PT Perfect Circle Engineering ditargetkan selesai pada awal 2018. Kontrak pembangunan GITET Lengkong senilai Rp389 miliar, yang ditandatangani pada 18 Agustus 2016, menggunakan anggaran PT PLN tahun 2016.

Terkait kebutuhan lahan seluas 15 hektare, lanjutnya, kontraktor pelaksana dan PLN telah menyelesaikan pembebasan lahannya dan siap masuk ke tahap konstruksi.

GITET Lengkong akan membantu untuk manuver ketika ada pemeliharaan di GI Balaraja, sehingga pasokan listrik di Jakarta akan tetap aman.

Agung menambahkan untuk memperkuat kelistrikan Jakarta, pihaknya juga meresmikan sebanyak 24 gardu induk dan enam proyek transmisi sepanjang 98,5 kms dengan nilai aset Rp2,1 triliun rupiah dan kapasitas 2.600 MVA. Ditambah lagi, PLN mulai mengoperasikan 18 kapasitor bay dengan total daya 825 MVAR senilai Rp68 miliar di beberapa lokasi Jakarta dan sekitarnya.

"Tambahan capasitor bay?ini akan membantu tegangan menjadi lebih stabil dan mengurangi susut," ujarnya.

Kebutuhan daya kelistrikan sistem Jakarta mencapai 7.300 MW pada siang hari dan 6.500 MW pada malam hari. Sistem ditopang 11 GITET 500 kV dan GI 150 kV lainnya yang sebagian besar sudah dibebani di atas 80 persen. (Ant)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Cahyo Prayogo

Bagikan Artikel: