Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bareskrim Tangkap Sindikat Sabu Asal Malaysia

Bareskrim Tangkap Sindikat Sabu Asal Malaysia Sejumlah tersangka dan barang bukti narkotika jenis ekstasi dihadirkan saat rilis pengungkapan narkotika jaringan Internasional di Bareskrim, Mabes Polri,Jakarta, Kamis (23/11). Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan narkotika Jakarta-Belanda dengan menangkap empat orang tersangka dan 600.000 butir pil ekstasi yang diamankan dari sebuah rumah di kawasan Bekasi, Jawa Barat. | Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bareskrim Polri mengungkap sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia. "Sebanyak empat tersangka yakni AY (36), CG (40), DO (35), dan JN (33) ditangkap akhir Oktober lalu," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Dharma Pongrekun di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, kasus ini terungkap setelah tim pimpinan Kasubdit Narcotic Investigation Center (NIC) AKBP Donny Setiawan mendapatkan informasi adanya peredaran sabu jaringan Malaysia-Batam-Aceh-Medan.

"Pada 29 Oktober, Tim NIC menangkap AY di Batam. Dia berperan sebagai orang gudang yang menerima pengiriman dari transporter Malaysia. Tim NIC menyita 6,3 kilogram sabu," kata dia.

Kemudian tim mengembangkan kasus dan menangkap tersangka CG yang berperan sebagai pengendali gudang. Tak berapa lama, tim juga menangkap DO di sebuah perumahan di Batam.

"Keduanya berperan sebagai transporter pengangkut methapethamine dari Malaysia ke Batam menggunakan speed boat," ujarnya.

Berdasarkan pengembangan dari ketiga tersangka, Tim NIC kemudian berhasil membekuk JN di Kabupaten Aceh Utara, pada 31 Oktober. "Perannya sebagai koordinator sindikat Indonesia yang mengendalikan tiga tersangka lainnya," terangnya.

Sementara modus pengiriman narkoba yang dilakukan para tersangka ialah membungkus sabu menggunakan alumunium foil, kemudian paket sabu disimpan dan dibawa menggunakan speed boar dari Malaysia ke Batam.

"Daerah peredaran sindikat ini adalah Bandung, Surabaya, Palu, Batam, Jambi, Medan, dan Papua," rincinya.

Pihaknya memastikan akan terus melakukan pengembangan pengusutan kasus ini.

Atas perbuatannya, keempat tersangka akan dijerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (2) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: