Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tiga Sektor Industri Ini Dapat Gas Murah

Tiga Sektor Industri  Ini Dapat Gas Murah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah memprioritaskan tiga sektor industri untuk mendapatkan harga gas murah sejak awal 2017. Ketiga sektor industri tersebut adalah industri petrokimia, industri pupuk, dan industri baja."Ada tiga. Petrokimia, pupuk, dan baja. Yang dibahas tiga saja. Jadi itu saja dulu," kata Menteri Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, di Jakarta, kemarin.

Dalam peraturan Presiden (Perpres) No. 40 tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi, ada empat sector industri lain yang juga diamanatkan untuk mendapat gas murah, yaitu industri oleokimia, industri keramik, industry kaca, dan industri sarung tangan karet.

Terkait sektor-sektor industri tersebut, Jonan enggan mengungkapkan apakah akan mendapatkan gas murah atau tidak. "Sementara tidak dibahas dulu," kata dia.

Namun demikian, Jonan mengatakan, pihaknya akan mengupayakan harga gas untuk tiga industri tersebut berada di bawah US$ 6 per mmbtu, sesuai perintah Perpres 40/2016. Dia juga menjanjikan, revisi terhadap Peraturan Menteri ESDM yang menjadi turunan Perpres, itu dapat diselesaikan pada pekan depan sesuai instruksi Menko Perekonomian, Darmin Nasution.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menambahkan, sejauh ini pemerintah belum memutuskan apapun terkait harga gas. Namun, dia menyebut pihaknya akan berupaya agar harganya maksimal US$ 6 per mmbtu. "Kita akan mencoba harga segitu. Strateginya nanti," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, pemerintah memang belum menetapkan harga gas secara spesifik. Namun, dia mengklaim bahwa pemerintah sudah menyepakati formula harga yang akan dipakai sebagai acuan untuk ketiga sector industri itu.

"Jadi, dalam formula itu ada harga dasar, terus koefisien untuk produksi produk itu butuh volume gas berapa, terus penyedia gas itu bagaimana bisa menikmati kalau produk industrinya tumbuh. Jadi, lebih fleksibel," ujarnya.

Gusti pun mengakui, harga gas di setiap lapangan berbeda- beda, sehingga harga gas di plant gate selama ini berbeda. Tapi, kata dia, pemerintah akan membuat formula yang menghasilkan harga gas di bawah US$ 6 per mmbtu. "Tetap dijaga di bawah US$ 6 per mmbtu, sehingga mau rumusnya kayak apa, hasilnya harus begitu," kata dia (Ant)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Boyke P. Siregar

Bagikan Artikel: