Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nilai Tukar Petani Sulsel Turun 0,73 Persen Pada Februari

Nilai Tukar Petani Sulsel Turun 0,73 Persen Pada Februari Kredit Foto: Tri Yari Kurniawan
Warta Ekonomi, Makassar -

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Nursam Salam, mengungkapkan Nilai Tukar Petani (NTP) di wilayahnya tercatat 101,41 persen atau terjadi penurunan 0,73 persen pada Februari 2017. Sebulan sebelumnya, NTP di Sulsel mencapai 102,16 persen. Penurunan NTP dipengaruhi merosotnya tiga dari lima subsektor penopang.

"Bila dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya, tiga subsektor mengalami penurunan dan dua subsektor mengalami kenaikan. Penurunan terbesar terjadi pada subsektor perkebunan rakyat mencapai 2,12 persen. Adapun kenaikan tertinggi dicatat subsektor hortikultura sebesar 1,07 persen," kata Nursam, di Kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Kota Makassar, kemarin (1/3/2017).

NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang harus dibayarkan petani. NTP menjadi salah satu indikator melihat tingkat daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif makin kuat pula tingkat daya beli petani.

Menurut Nursam, kesimpulan data penurunan NTP Sulsel pada Februari 2017 merujuk pada hasil pemantauan harga-harga pedesaan. Penurunan terjadi disebabkan indeks yang diterima petani merosot 0,33 persen. Di sisi lain, indeks yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen.

Selanjutnya, Nursam menjelaskan merosotnya indeks yang dibayar petani terjadi pada subsektor tanaman pangan 0,73 persen dan subsektor perkebunan rakyat 1,63 persen. Sedang, kenaikan indeks yang dibayar petani tertinggi subsektor perkebunan rakyat 0,50 persen dan terendah di subsektor perikanan 0,28 persen.

Berdasarkan data BPS, NTP subsektor tanaman pangan sebesar 98,63 persen atau turun 1,13 persen dibandingkan periode bulan lalu. Adapun subsektor hortikultura sebesar 111,57 persen alias naik 1,07 persen. Subsektor perkebunan rakyat mencatat 93,6 persen atau turun 2,12 persen dan subsektor peternakan sebesar 108,04 persen alias turun 0,19 persen. Sedang, subsektor perikanan sebesar 100,71 persen atau turun 0,34 persen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Tri Yari Kurniawan
Editor: Sucipto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: