Kredit Foto: Pemprov Jabar
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengevaluasi kemacetan menuju Pelabuhan Gilimanuk saat Angkutan Lebaran 2026 sebagai indikasi bottleneck transportasi yang berdampak pada distribusi logistik dan mobilitas ekonomi di Bali.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyatakan bahwa keterbatasan kapasitas infrastruktur penyeberangan menjadi faktor utama yang memicu antrean panjang kendaraan, sehingga menghambat arus barang dan orang.
“Ada pengelolaan awal yang kurang maksimal salah satunya pemanfaatan buffer zone padahal pengelolaannya jadi salah satu kunci untuk mengatur kendaraan yang berangkat ke pelabuhan. Pelabuhan mana pun harus ada buffer zone, karena sifat pelabuhan terbatas menampung kendaraan, jadi harus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk kita perbaiki bersama,” ujar Aan dalam keterangan tertulis, Minggu (10/4/2026).
Baca Juga: Gandeng Surveyor Indonesia, Kemenhub Tingkatkan Kualitas Transportasi Publik
Diketahui bahwa evaluasi tersebut dilakukan saat berkunjung ke Terminal Tipe A Mengwi, Bali, Jumat (17/4) untuk melihat pengelolaan simpul transportasi penyeberangan yang dinilai belum optimal. Adanya kepadatan di jalur menuju pelabuhan menjadi cerminan ketidakseimbangan antara volume dan kapasitas infrastruktur.
Aan mengatakan bahwa keberadaan buffer zone menjadi instrumen penting dalam mengurai kepadatan sebelum kendaraan memasuki pelabuhan. Maka dari itu, pemerintah daerah didorong untuk menyediakan lahan tambahan sebagai kantong parkir guna mendukung sistem pengaturan lalu lintas menuju pelabuhan.
Adanya keterbatasan lahan di sekitar Gilimanuk juga menjadi kendala dalam meningkatkan kapasitas layanan. Untuk mengatasinya, Kemenhub mengusulkan penambahan dermaga plengsengan di area Pantai Cemara yang diharapkan dapat beroperasi pada periode Natal dan Tahun Baru 2026 serta Lebaran 2027.
Baca Juga: Kemenhub Dorong Transformasi Digital, Pengawasan Kendaraan ODOL Lebih Efektif dan Transparan
“Kemudian karena lahan dan area Gilimanuk terbatas perlu menambahkan dermaga plengsengan di area dekat pelabuhan Gilimanuk yakni area Pantai Cemara/area buffer zone cargo untuk menambah kapasitas pelabuhan. Diharapkan dermaga tersebut sudah harus bisa beroperasi saat Nataru 2026 dan Lebaran 2027,” jelasnya.
Untuk mengurangi beban lintas Ketapang–Gilimanuk, Kemenhub juga mendorong diversifikasi simpul penyeberangan dengan memanfaatkan Pelabuhan Celukan Bawang dan terus berkoordinasi dengan operator penyeberangan untuk memantau arus kendaraan dan logistik dapat bergerak lebih efisien.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait:
Advertisement