Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Akan Terus Bicara dengan Netanyahu Soal Pemukiman Yahudi

Trump Akan Terus Bicara dengan Netanyahu Soal Pemukiman Yahudi Kredit Foto: Antara/Reuters/Yuri Gripas
Warta Ekonomi, Washington -

Presiden AS Donald Trump akan terus melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait pembangunan permukiman warga Yahudi, kata Gedung Putih pada Senin (2/4/2017), menanggapi laporan bahwa Israel berencana membangun 15.000 rumah di Yerusalem Timur.

"Ya, kami akan terus melakukan pembicaraan dengan perdana menteri dan presiden akan terus melakukan pembahasan," kata juru bicara Gedung Putih Sean Spicer pada jumpa pers setelah ditanya apakah Netanyahu menghina Presiden Amerika Serikat.

Trump, yang bersumpah mengusahakan kesepakatan perdamaian Israel dengan Palestina, mengatakan kepada Netanyahu dalam jumpa pers pada Februari bahwa ia meminta Israel menahan rencana pembangunan permukiman sebagai bagian dari upaya baru mewujudkan perdamaian Israel dengan Palestina.

Pada Jumat, Menteri Perumahan Israel Yoav Galant mengatakan kepada Radio Israel bahwa lembaganya dan Dinas Pelayanan Kota Yerusalem merencanakan pembangunan selama dua tahun ke depan, dengan usul pembangunan 25.000 rumah, 15.000 akan dibangun di Yerusalem Timur, yang direbut dan diduduki Israel sejak 1967 melalui perang Timur Tengah.

"Kami akan membangun 10.000 unit di Jerusalem dan sekitar 15.000 lainnya di batas kota Yerusalem (Timur). Itu akan kami lakukan," katanya.

Saeb Erekat, juru bicara utama Palestina, mengatakan bahwa langkah Israel tersebut merupakan suatu pelanggaran sistematis terhadap hukum internasional dan "sabotase yang disengaja" dalam upaya melanjutkan perundingan.

"Semua permukiman di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal menurut hukum internasional," katanya dalam pernyataan.

"Palestina akan terus meminta bantuan kepada badan internasional untuk menahan Israel, kekuasaan pendudukan, bertanggung jawab atas pelanggaran beratnya terhadap hukum internasional di seluruh wilayah Palestina yang didudukinya," tambahnya.

Berita Channel 2 menyiarkan sebuah pengumuman tentang pembangunan pemukiman dapat mulai dikerjakan pada "Hari Jerusalem" tahun ini, menurut kalender Ibrani bertepatan pada 24 Mei, ketika Israel merayakan pendudukan bagian timur kota itu.

Tahun ini adalah ulang tahun ke-50 pendudukan tersebut, yang akan diperingati dengan rencana perayaan yang besar. Kunjungan Trump diperkirakan berlangsung saat perayaan itu atau setelah 22 Mei.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara mereka, yang diharapkan akan terdiri dari wilayah Tepi Barat yang saat ini diduduki dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Trump mengatakan dalam sebuah wawancara di Gedung Putih pada Kamis bahwa ia ingin melihat kesepakatan damai.

"Saya ingin melihat perdamaian antara Israel dan Palestina," kata Trump.

"Tidak ada alasan untuk tidak terjadinya perdamaian antara Israel dan Palestina - tidak ada alasan apapun," tambahnya.

Pada Januari, dua hari setelah Trump mulai menjabat, Netanyahu mengatakan bahwa dia mencabut pembatasan pembangunan permukiman di Timur Jerusalem, dan menyetujui izin pembangunan ratusan rumah baru di wilayah itu, untuk ratusan rumah baru.

Selama masa kepresidenan Barack Obama, pemerintahan Netanyahu mendapat banyak kecaman ketika hendak merencanakan pembangunan permukiman. Pihak pemerintah AS sebelumnya menilai bahwa tindakan tersebut merupakan hambatan bagi terciptanya perdamaian.

Di bawah kepemimpinan Trump, Netanyahu mengharapkan lebih banyak lampu hijau untuk pembangunan permukiman, namun belum terjadi. (Ant)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Vicky Fadil

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: