Iran Bantah Klaim Trump, Nyatakan Siap Buat Amerika Serikat Menyesal
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Iran membantah bahwa pihaknya mengalami perpecahan internal seperti yang diklaim oleh Amerika Serikat. Sebaliknya, menurutnya semua elemen masyarakat tengah bersatu menyusul gempuran dari Washington.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa dalam internal politiknya, tidak ada yang namanya kelompok garis keras maupun moderat. Menurutnya, hanya ada satu golongan yakni masyarakat dari Iran.
Baca Juga: Patahkan Klaim Amerika Serikat, Taktik Kapal Cepat Iran Jadi Ancaman Baru di Selat Hormuz
"Di Iran tidak ada "garis keras" atau "moderat". Kita semua adalah satu dan revolusioner dari Iran. Dengan persatuan bangsa dan negara yang kokoh serta ketaatan kepada pemimpin, kita akan membuat agresor menyesal. Satu Tuhan, satu bangsa, satu pemimpin, satu jalan; kemenangan untuk Iran," tegas Pezeshkian.
Pezeshkian juga menegaskan negaranya tidak akan menerima negosiasi yang dipaksakan. Amerika Serikat menurutnya harus terlebih dahulu menghapus hambatan operasional, termasuk blokade terhadap pelabuhan dari Iran.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membatalkan rencana kunjungan dua utusannya ke Pakistan. Langkah ini menjadi pukulan baru bagi upaya perdamaian yang masih menemui jalan buntu.
Trump juga menyoroti kondisi internal kepemimpinan dari Iran. Menurutnya, negara tersebut tengah dilanda perpecahan internal menyusul konflik dari kelompok garis keras dan kelompok moderat.
"Ada pertikaian besar dan kebingungan dalam kepemimpinan dari Iran. Tidak ada yang tahu siapa yang memimpin, termasuk mereka sendiri. Kami memegang semua kartu, mereka tidak punya. Jika mereka ingin bicara, mereka tinggal menghubungi," ujarnya.
Ketegangan Washington dan Teheran sendiri diketahui semakin meningkat, dengan kedua negara mengancam akan melakukan penutupan atau blokadi sebagian besar jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Selat tersebut biasanya menjadi jalur bagi sekitar dua puluh persen pasokan minyak dan gas global. Arus lalu lintas dalam jalur pelayaran tersebut terhenti akibat konflik yang dimulai akibat serangan dari Israel dan Amerika Serikat ke Iran.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, sebelumnya menyebut ada sedikit kemajuan dan berharap pembicaraan dapat berlanjut dengan Iran. Namun, pembatalan kunjungan ini menandakan bahwa proses diplomasi masih menghadapi hambatan besar.
Meski demikian, pintu dialog belum sepenuhnya tertutup. Amerika Serikat dan Iran masih mempertimbangkan kelanjutan pembicaraan, termasuk kemungkinan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Paus Leo Soroti Gagalnya Diplomasi Iran-Amerika Serikat: Semua Menderita
Dengan situasi yang masih penuh ketidakpastian, prospek perdamaian jangka pendek antara kedua negara tetap rapuh, sementara dampaknya terus dirasakan oleh pasar global dan stabilitas kawasan dari Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: