Kredit Foto: Antara/Rosa Panggabean
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD membuka musyawarah kerja nasional (Mukernas) V Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Usai acara tersebut, ia berharap tak ada lagi dualisme pada internal partai berlambang Kakbah itu.
"Sebaiknya islah, tidak ada lagi status hukum yang direbut, udah selesai PPP itu. Ini (PPP Muktamar Pondok Gede) yang punya. Yang lainnya dianggap tidak ada menurut hukum," ujar Mahfud di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).
Baca Juga: Politisi PPP 'Tampar' Mantan Bos Go-Jek, Gara-garanya . . .
Ia menyayangkan dualisme yang terjadi pada partai berlambang Ka'bah itu. Sebab, hal tersebut justru membuat PPP terpuruk pada pemilihan umum (Pemilu) 2019, dengan hanya memperoleh sebanyak 19 kursi di DPR.
Padahal, PPP adalah salah satu partai Islam tertua di Indonesia serta sudah memiliki konstituen yang tetap dalam setiap Pemilu.
Baca Juga: Soal Hukuman Mati Koruptor, PPP: Jangan Emosional!
"Penganut moderasi Islam, Islam ahlul sunah waljamaah yang terbuka terhadap perbedaan, bersahabat dengan orang-orang berbeda kultur, berbeda ras, suku dan sebagainya. Itulah PPP," ujar Mahfud.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Clara Aprilia Sukandar