Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bos Oracle Dikecam Karyawannya karena Dukung Donald Trump

Bos Oracle Dikecam Karyawannya karena Dukung Donald Trump Kredit Foto: Twitter/DigitaliveWorld
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pendiri Oracle, yang merupakan perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia, Larry Ellison, kedapatan menjadi tuan rumah pengumpulan dana untuk pemilihan kembali Donald Trump di California.

Acara tersebut bahkan diharapkan mendapat sekitar USD 7 juta untuk presiden yang sedang menjabat di Amerika Serikat ini. Lalu, bagi yang ingin berdiskusi atau berfoto dengan Trump, akan dikenakan biaya mencapai USD 250ribu.

Atas tindakannya, dilansir dari The Daily Beast di Jakarta, Rabu (20/2/2020) beberapa karyawan Ellison tidak senang dan menandatangani petisi menentang hal tersebut.

Baca Juga: Jeff Bezos Panen Ribuan Triliun Sejak Donald Trump Jadi Presiden

Menurut Recode, karyawan Oracle berencana untuk protes dan menuntut Ellison serta Oracle untuk menyumbangkan jumlah yang setara dengan tujuan kemanusiaan. Karena mereka mengecam hal tersebut sebagai kegagalan pemerintahan Trump.

Oracle pun menolak berkomentar kepada Daily Beast, tetapi Recode mencatat bahwa karyawan yang komplain kepada perusahaan tetap dapat berpartisipasi dalam politik secara pribadi bahkan ketika perusahaan itu sendiri tidak mendukung seorang kandidat.

Kristine Lessard, manajer akun penjualan Oracle yang berbasis di Massachusetts, menandatangani petisi pertama dengan permohonan pribadi.

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Advertisement

Bagikan Artikel: