Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi Antisipasi Penyebaran dengan Bentuk Gugus Tugas Corona

Jokowi Antisipasi Penyebaran dengan Bentuk Gugus Tugas Corona Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Langkah pembentukan Gugus Tugas Reaksi Cepat Penanganan Corona Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo dinilai sudah tepat meski telat. Setidaknya pemerintah RI memperlihatkan respons jawaban ke dunia internasional menyangkut penanganan wabah Corona.

Pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono menyebut Gugus Tugas Penanganan Corona yang dikomandani Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo punya tugas berat. Penanganan yang on the track dan kesigapan harus diperlihatkan.

Baca Juga: Corona di Jakarta: 500-an Orang Statusnya Diawasi

Ia melihat dengan keberadaan figur Doni Monardo memberikan rasa optimisme dalam tim Gugus Tugas tersebut. Kata dia, Doni yang dikenal sebagai sahabat lamanya itu merupakan perwira tinggi TNI dengan kemampuan di atas rata-rata. Latar belakangnya di dunia militer menjadi acuannya.

"Keyakinan kita semua penanganan wabah virus yang mematikan ini dapat terjalan dengan sigap, baik dan tuntas," ujar Suhendra, dalam keterangannya.

Pun, sebelum pengumuman tim Gugus Tugas, ia menyebut Presiden Jokowi juga sudah merespons Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia dengan langsung meneleponnya.

Sikap Jokowi ini dinilai sebagai jawaban tindakan atas keraguan sejumlah negara dan sebagian publik di Tanah Air kepada pemerintah RI dalam kesigapan penanganan Corona.  

"Sikap tanggap Presiden Jokowi ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sudah dalam garis yang benar atau on the track dalam penanganan Covid-19," kata Suhendra.

Kesigapan Intelijen

Meski demikian di sisi lain, ia menyoroti peran intelijen. Menurutnya, lembaga seperti Badan Intelijen Negara (BIN) harus sigap menangkal semua kepentingan yang memperkeruh suasana atau mengail di air keruh. 

Dia mengingatkan agar jangan sampai sejumlah peristiwa beberapa waktu lalu yang membuat tensi panas di Tanah Air terulang kembali.

"Kegagalan pihak intelijen dalam mengantisipasi berbagai peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu tidak boleh terulang kembali," sebutnya.

Terkait itu, ia pun berharap institusi intelijen di sejumlah lembaga pemerintah bisa berkoordinasi dengan BIN selaku koordinator untuk meningkatkan daya tangkal dan deteksi. Kata dia, kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang baik aparat intelijen maupun kontra-intelijen harus ditingkatkan secara signifikan. 

"Pengetahuan aparat intelijen tentang situasi politik dalam negeri semata sangat tidak cukup. Harus ada up-grade kemampuan deteksi dan perkembangan geopolitik global," ujar Suhendra.

Baca Juga: Bank Mandiri Proyeksi Ekonomi Tumbuh Lebih Tinggi di Kuartal III 2022

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: